Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Sosok Soeharto selama ini dikenal sebagai pemimpin kuat di era Orde Baru—tegas, berwibawa, dan identik dengan pembangunan besar-besaran di Indonesia. Namun, di balik citra tersebut, tersimpan sisi lain yang jarang terlihat publik, bahkan luput dari sorotan kamera.
Salah satu kebiasaan yang diungkap oleh Agung Laksono adalah kegemaran Soeharto turun langsung ke pelosok daerah. Tanpa banyak publikasi, ia kerap menemui petani dan masyarakat kecil, mendengarkan keluhan mereka secara langsung. Bagi Soeharto, kepemimpinan bukan hanya soal kebijakan dari atas, tetapi juga memahami denyut kehidupan rakyat di akar rumput.
Yang menarik, setiap aspirasi yang ia dengar tidak berhenti sebagai percakapan biasa. Soeharto dikenal teliti—ia mencatat setiap permasalahan, lalu membawanya ke rapat kabinet agar segera ditindaklanjuti. Kebiasaan ini menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang sistematis dan penuh perhatian terhadap detail.
Tak hanya dalam urusan negara, sisi personalnya pun menyimpan kesederhanaan yang kontras dengan posisinya sebagai kepala negara. Di kediamannya di Cendana, Jakarta, Soeharto justru tampil apa adanya. Ia lebih nyaman mengenakan sarung dan kaos, jauh dari kesan formal dan protokoler.
Bahkan, menurut cerita yang juga disampaikan melalui Siti Hartinah (Ibu Tien), Soeharto memiliki kebiasaan mengoreksi berbagai proposal hingga larut malam. Ketelitian ini menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas pemerintahan yang ia pimpin.
Dari kebiasaan-kebiasaan sederhana namun bermakna ini, terlihat bahwa di balik sosok pemimpin besar, terdapat pribadi yang tekun, peduli, dan dekat dengan rakyat. Sebuah sisi yang mungkin tak banyak diketahui, namun menjadi bagian penting dari perjalanan kepemimpinannya.
Sumber : Chanel8.co.id








