Tak Mudah Cari Pemimpin Confident Seperti Prabowo .

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Menurut Fahri Hamzah, tidak gampang kita (Indonesia ini) mendapatkan pemimpin yang confident (percaya diri) seperti Prabowo Subianto. Di mana, dalam waktu yang sangat singkat, beliau sudah menjadi pemimpin global mendunia.

Prabowo bertemu pemimpin dunia seperti Putin, Macron, Xi Jinping, Donald Trump, dan lain-lain, tidak sekadar bertemu, tapi seperti seorang teman yang sudah bersahabat lama. Ini berkat tingkat kepercayaan diri beliau yang sangat tinggi.

Fahri Hamzah mengumpamakan Prabowo seperti pemimpin (orang kuat) yang menggoyang pohon asam yang sedang berbuah lebat. Lalu buah asam itu jatuh ke tanah dan kita (orang yang dipimpinnya) tinggal memungut saja lagi buah-buah asam itu.

Artinya, sudah banyak jalan yang sudah dibuka oleh Presiden Prabowo. Kita hanya mengikutinya saja lagi dan melakukan delivery dengan sangat baik. Kebocoran sudah mulai ditutup dan ketimpangan sudah mulai dipotong lewat program-programnya.

Tapi, masih banyak masalah, belum sempurna, masih ada yang bermain, memanfaatkan situasi, dan lain sebagainya, tentu saja. Mana ada yang bisa selesai dalam waktu singkat. Prabowo pernah mengatakan dia tak memiliki tongkat Nabi Musa.

Jangan justru sebaliknya, sedikit-sedikit salahkan Prabowo. Ini salah, itu salah. Tidur di hotel harga mahal salah, merayakan ulang tahun salah, bahkan berenang disebarluaskan pun salah. Apalagi yang besar-besar seperti program MBG dan lain-lain.

Bahkan, tak menaikkan harga BBM subsidi juga salah. BBM non-subsidi naiknya kebangetan pula, salah lagi. Pokoknya, semua salah. Makanya Saiful Mujani, Feri Amsari, Islah Nahrawi, ingin sekali Prabowo jatuh sesegera mungkin tanpa Pemilu.

Prabowo satu-satunya Presiden yang langsung tancap gas, setelah dilantik. Beliau tahu apa yang harus dikerjakannya. Luar negeri maupun dalam negeri. Beliau kuat dalam argumentasi di setiap langkahnya. “Sudah lama jadi orang Indonesia, “katanya.

Jadi, bukan keras kepala, tak mau mendengar, tak mau dinasihati, bodoh istilah BEM UGM, dan pakak istilah BEM KM Unand. Apa yang disampaikan itu dan termasuk orang yang menyampaikan adalah orang-orang yang terbukti gagal di masa lalu atau orang-orang yang belum terbukti berhasil juga. (ERIZAL)

Berlangganan untuk mendapatkan keuntungan eksklusif:
https://www.facebook.com/erizal.sastra/subscribenow

Bagikan