Surabaya. Jelajahpenanews. Com – Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April kembali menjadi momen refleksi bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi Generasi Milenial dan Generasi Z. Pertanyaan yang muncul saat ini, apakah nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini masih dibudayakan atau mulai ditinggalkan oleh generasi muda?
Di tengah perkembangan teknologi dan gaya hidup modern, cara generasi muda memperingati Hari Kartini memang mengalami perubahan. Jika dahulu peringatan identik dengan lomba memakai kebaya, membaca surat Kartini, hingga kegiatan seremonial di sekolah, kini banyak anak muda yang memilih cara yang lebih relevan dengan zaman.
Generasi Milenial dan Gen Z cenderung mengekspresikan semangat Kartini melalui media sosial. Kampanye kesetaraan gender, edukasi tentang hak perempuan, hingga berbagi inspirasi tokoh perempuan menjadi tren yang banyak dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa nilai perjuangan Kartini tidak hilang, melainkan bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.
Seorang mahasiswa di Surabaya, misalnya, mengungkapkan bahwa memperingati Hari Kartini tidak harus selalu dengan kebaya. “Yang penting adalah memahami makna perjuangannya, seperti kesetaraan pendidikan dan kesempatan bagi perempuan,” ujarnya.
Namun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian generasi muda juga mulai kurang memahami makna sejarah Hari Kartini. Peringatan yang bersifat seremonial tanpa pemahaman mendalam dinilai menjadi salah satu penyebab nilai-nilai tersebut terasa semakin pudar.
Pengamat sosial menilai, tantangan saat ini bukan pada hilangnya budaya memperingati Hari Kartini, melainkan bagaimana mengemas nilai perjuangan tersebut agar tetap relevan. Pendidikan di sekolah dan peran keluarga menjadi kunci untuk menanamkan kembali semangat emansipasi yang diperjuangkan Kartini.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Generasi Milenial dan Gen Z tidak sepenuhnya meninggalkan budaya Hari Kartini. Mereka justru menghidupkannya dengan cara baru yang lebih sesuai dengan era digital, meskipun tetap diperlukan upaya bersama agar makna sejarahnya tidak hilang ditelan zaman.








