Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Langit Indonesia pernah mencatat sejarah penting pada 5 April 2017. Hari itu, Ida Fiqriah resmi menyandang status sebagai Kapten Pilot perempuan pertama di Garuda Indonesia. Sebuah pencapaian monumental yang tak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga tonggak penting bagi dunia penerbangan nasional.
Ida Fiqriah diplot menerbangkan pesawat Boeing B737-800 NG (Narrow Body Aircraft), salah satu armada andalan Garuda Indonesia untuk rute domestik dan regional. Sebelum meraih gelar kapten, ia telah mengumpulkan lebih dari 10.858 jam terbang angka yang mencerminkan pengalaman, ketekunan, dan dedikasi panjang di udara.
Upacara penyematan Bar Captain rating Boeing B737-800 NG dilakukan secara resmi oleh Direktur Operasi Garuda Indonesia saat itu, Captain Novianto Herupratomo, di Gedung Garuda Sentra Operasi (GSO), Cengkareng. Momen tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol pengakuan atas kompetensi dan profesionalisme seorang perempuan di profesi yang selama ini didominasi laki-laki.
Lahir di Jakarta, Ida menempuh pendidikan di SMA 29 Jakarta sebelum melanjutkan ke Pendidikan dan Latihan Penerbangan (PLP) Curug, Tangerang kini dikenal sebagai Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI). Ia lulus pada 1996 dan memulai karier di Garuda Indonesia pada 1999 sebagai First Officer (FO) atau kopilot.
Sepanjang kariernya, Ida telah menerbangkan berbagai tipe pesawat, mulai dari Boeing B737-300/400/500 hingga wide body Airbus A330-200/300. Pengalamannya tidak selalu mulus. Ia pernah menghadapi insiden tergelincirnya pesawat rute Jakarta–Makassar di Bandara Hasanuddin saat bertugas sebagai kopilot. Namun berkat ketenangan dan kerja sama dengan Kapten Nikodemus Elim, situasi berhasil diatasi dengan baik. Peristiwa itu menjadi pelajaran berharga yang semakin mematangkan profesionalismenya.
Kisah Ida Fiqriah adalah tentang keberanian menembus batas. Tentang mimpi yang dirawat dengan disiplin dan kerja keras. Ia bukan hanya kapten di kokpit, tetapi juga inspirasi bagi generasi perempuan Indonesia untuk berani menguasai langit.
Sumber : Sindonews.com








