BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur

Reporter : karjoko


‎Surabaya. Jelajahpenanews. Com  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda hampir seluruh wilayah Jawa Timur selama sepuluh hari ke depan, mulai 27 Maret hingga 4 April 2026. Fenomena ini dipicu oleh keberadaan Siklon Tropis Narelle yang terpantau di Samudera Hindia.

‎Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa saat ini Jawa Timur tengah memasuki masa pancaroba. Namun, keberadaan siklon di barat Australia dan selatan Nusa Tenggara Barat memperkuat gangguan atmosfer sehingga meningkatkan risiko hujan lebat, angin kencang, hingga puting beliung.

‎“Masyarakat perlu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta hujan es,” ujar Taufiq, Jumat (27/3).

‎BMKG menyebutkan sejumlah daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan, di antaranya Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bondowoso, Gresik, Kediri, Malang, Madiun, Lumajang, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Trenggalek, Tulungagung, Jember, Pasuruan, Bojonegoro, Jombang, Batu, Surabaya, Lamongan, dan Tuban.

‎Hasil analisis BMKG menunjukkan Siklon Tropis Narelle berpotensi meningkat hingga kategori 4 dan bergerak ke arah barat daya. Meski menjauh, dampak tidak langsungnya menimbulkan pola belokan angin dan konvergensi di Laut Jawa. Selain itu, aktivitas Gelombang Rossby dan Kelvin turut memperkuat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Jawa Timur.


‎Pengamatan udara atas juga mengonfirmasi kondisi atmosfer yang labil dengan tingkat konvektif sedang. Walaupun curah hujan rata-rata pada Maret 2026 berada di kategori menengah, beberapa wilayah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi.

‎BMKG Juanda mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan atau perbukitan untuk lebih waspada terhadap ancaman longsor dan jalan licin. Selain itu, potensi pohon tumbang akibat angin kencang juga perlu diantisipasi.

‎“Kami mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta memantau perkembangan melalui radar cuaca WOFI,” tegas Taufiq.


Bagikan