Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat, menyusul laporan penguatan militer besar-besaran di Pulau Kharg—pusat vital ekspor minyak Iran.

Reporter : karjoko


‎Iran. Jelajahpenanews. Com – Mengutip laporan dari CNN, Iran disebut telah menempatkan ranjau anti-personel dan anti-tank, serta memperkuat sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) di sepanjang garis pantai pulau tersebut.


‎Langkah ini diyakini sebagai respons atas potensi operasi amfibi yang tengah dipersiapkan oleh militer AS untuk merebut kendali pulau strategis itu.


‎Pulau Kharg sendiri merupakan tulang punggung sektor energi Iran. Jika berhasil dikuasai, langkah tersebut dapat melumpuhkan ekspor minyak Iran secara signifikan.

‎Namun, sejumlah pejabat militer memperingatkan bahwa operasi darat di wilayah ini berisiko tinggi.


‎Laksamana purnawirawan James Stavridis menyatakan bahwa Iran akan menggunakan segala cara untuk memberikan kerugian besar bagi pasukan AS, terutama saat pendaratan di wilayah kedaulatan mereka.


‎Di sisi lain, negara-negara Teluk mendesak Washington untuk tidak melakukan invasi darat, mengingat potensi eskalasi konflik yang lebih luas serta ancaman terhadap infrastruktur energi di kawasan.


‎Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa setiap upaya pendudukan wilayah Iran akan mendapat respons tegas dari angkatan bersenjata mereka.


‎Sebagai respons, Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan unit pengintai dari Korps Marinir serta pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan Timur Tengah.


‎Di tengah situasi ini, Presiden Donald Trump mengkritik NATO karena dinilai tidak memberikan dukungan signifikan dalam menghadapi Iran.


‎Konflik yang telah berlangsung selama hampir satu bulan ini menunjukkan tanda-tanda eskalasi yang semakin serius, dengan risiko meluas menjadi konflik regional besar.

‎🔎 Sumber

‎CNN

‎Tribunnews

Bagikan