PNIB: Momentum Ramadhan, Saatnya Perkuat Toleransi dan Moderasi Beragama, Waspada Massivenya Doktrinasi Wahabi, Intoleransi, Terorisme dan Anarkisme

Reporter: Ali Wafi

Jombang, Jelajahpenanews.com – 26 Februari 2026
Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) melalui Ketua Umumnya, ARWaluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) , mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum memperkuat toleransi, memperteguh moderasi beragama, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham keagamaan yang eksklusif dan berpotensi melahirkan intoleransi, Anarkisme radikalisme hingga terorisme.

Menurut Gus Wal, Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ruang pembentukan karakter spiritual dan sosial umat beragama terlebih umat islam. Ia menegaskan bahwa nilai puasa sejatinya menumbuhkan empati, solidaritas, serta penghormatan terhadap perbedaan, bukan justru memupuk sikap merasa paling benar, paling bersih paling suci hingga melahirkan intoleransi, anarkisme radikalisme terorisme.

“Ramadhan harus menjadi penguat ukhuwah persaudaraan, persatuan dan nasionalisme kebangsaan. Jangan sampai justru dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan doktrin yang menyempitkan ajaran Islam dan memicu polarisasi di tengah masyarakat,” tegasnya dalam keterangan tertulis.

PNIB, lanjutnya, menaruh perhatian serius terhadap masifnya penyebaran doktrin keagamaan yang cenderung tekstual, anti tradisi lokal, serta mudah melabeli amaliah masyarakat sebagai bid’ah atau sesat. Pola dakwah semacam ini dinilai berpotensi melahirkan sikap eksklusif yang pada tahap ekstrem bisa menjadi pintu masuk radikalisme.

Gus Wal mengingatkan bahwa pengalaman bangsa Indonesia menunjukkan, intoleransi sering kali berawal dari ujaran kebencian dan klaim kebenaran tunggal. Jika dibiarkan, hal itu dapat berkembang menjadi tindakan diskriminatif bahkan kekerasan, anarkisme radikalisme terorisme.

Ia menegaskan bahwa Islam di Indonesia tumbuh dengan karakter wasathiyah, menghargai budaya, serta sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila. Karena itu, PNIB mendorong penguatan moderasi beragama sebagaimana digaungkan pemerintah dan berbagai organisasi keagamaan arus utama.

“Moderasi beragama bukan berarti melemahkan keyakinan. Justru itu cara menjaga agar keyakinan tidak berubah menjadi alat pembenar untuk merendahkan atau menyerang pihak lain,” ujarnya.

PNIB juga mengajak aparat penegak hukum dan pemangku kebijakan untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas penyebaran paham yang berpotensi mengarah pada intoleransi, anarkisme dan terorisme, terutama di ruang digital yang semakin sulit dikontrol.

Di akhir pernyataannya, Gus Wal mengajak masyarakat menjalani Ramadhan dengan memperbanyak ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial. “Puasa harus melahirkan pribadi yang lebih lembut, lebih bijak, dan lebih cinta tanah air. Itulah esensi Ramadhan dalam bingkai kebangsaan, Ramadhan momentum tepat untuk memperkuat toleransi dan moderasi beragama untuk mengikis paham khilafah, intoleransi, anarkisme radikalisme terorisme” pungkas Gus Wal.

Bagikan