Perlawanan Maut Para Eks Digul, Menancapkan Bendera Republik di Tanah Papua

Reporter : karjoko


‎Hollandia (Jayapura), Jelajahpenanews. Com –  Tahun 1946 — Di saat Indonesia Raya berkumandang di Jawa dan Sumatera, Belanda mati-matian berusaha mengisolasi Irian dari bara api kemerdekaan. Namun, mereka lupa bahwa benih nasionalisme telah ditanam jauh hari di kamp pengasingan paling kelam: Tanah Merah, Digul!


‎Inilah kisah heroik Sunggoro (Soegoro Admoprasodjo), komandan senyap dari para eks-Digul, yang memimpin perlawanan bersenjata yang sistematis dan berani di jantung kekuasaan Belanda, Hollandia (kini Jayapura), pada tahun 1946.


‎Api dari Tanah Pengasingan

‎Sunggoro, yang kemungkinan besar adalah salah satu tahanan politik yang pernah dibuang Belanda ke Digul, membawa semangat radikal dan terorganisir ke Hollandia. Bersama para pejuang lain yang memiliki pengalaman pahit di Digul, mereka menyadari bahwa proklamasi di Jakarta tidak akan berarti apa-apa jika Belanda dibiarkan kembali mencengkeram Papua.


‎Perlawanan yang dipimpin Sunggoro bukan aksi spontan, melainkan gerakan yang terencana matang di tengah pengawasan ketat NICA (Pemerintahan Sipil Hindia Belanda). Tujuannya sangat ambisius dan berani:


‎1. Melucuti KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda).


‎2. Menangkap para pembesar Pemerintah Belanda.


‎3. Menduduki Stasiun Radio, sebagai alat vital penyebaran informasi kemerdekaan.


‎17 Juli 1946: Rencana Besar yang Digagalkan Pengkhianatan

‎Sunggoro telah menetapkan tanggal suci: 17 Juli 1946. Pada hari itu, mereka merencanakan perlawanan total. Peluru-peluru telah dibagikan. Pemuka adat dan masyarakat Papua telah diberitahu dan digalang dukungannya. Semua persiapan berada di puncaknya untuk menumpahkan amarah yang telah tertahan bertahun-tahun di bawah penjajahan.


‎Namun, nasib berkata lain. Sama seperti kisah pemberontakan Marthen Indey di periode yang sama, Belanda berhasil mencium adanya persiapan perlawanan ini. Jaringan spionase NICA berhasil mengungkap rencana heroik yang seharusnya menjadi momen pembebasan Hollandia.


‎Belanda bergerak cepat, melancarkan serangan pencegahan.


‎Gagalan yang Menggema dan Nasib Sang Komandan

‎Meski rencana besarnya gagal total karena pengkhianatan, pertempuran yang terjadi di Hollandia pada akhir 1945 dan awal 1946 tetap mencatatkan perlawanan hebat dari pejuang-pejuang Papua yang dipimpin Sunggoro. Para pejuang ini, meski kalah dalam kekuatan militer dan senjata, menunjukkan kepada Belanda bahwa nasionalisme telah berakar kuat di Bumi Cenderawasih.


‎Sunggoro sendiri berhasil ditangkap dan meringkuk di penjara Hollandia. Penangkapannya adalah pukulan berat bagi gerakan bersenjata di Hollandia.


‎”Sunggoro mungkin dipenjara, namun semangat perlawanan para eks-Digul yang ia pimpin telah menanamkan kesadaran bahwa perjuangan untuk Republik Indonesia adalah takdir bagi Tanah Papua.”


‎Meskipun Sunggoro dan sebagian rekannya ditangkap, sisa-sisa pejuang Digul dan nasionalis Papua memilih jalur perjuangan lain—sebagian besar kemudian berjuang di daerah Republik Indonesia yang telah diakui kedaulatannya, melanjutkan api perlawanan politik dan militer demi integrasi penuh. Perjuangan Sunggoro di Hollandia adalah bagian vital dari babak pertama perlawanan bersenjata Papua, yang kelak dilanjutkan oleh tokoh-tokoh besar seperti J.A. Dimara dan Marthen Indey.


‎Catatan : beberapa sumber menyebut sunggoro adalah kesalah ketik dan kemungkinan yang di maksud adalag Soegoro Admoprasodjo mengingat Latar Belakang Eks-Digul, Soegoro Atmoprasodjo adalah seorang aktivis yang dibuang ke Tanah Merah Digul pada tahun 1935. Latar belakang ini membuatnya memiliki ideologi nasionalisme yang kuat dan kontak dengan para tahanan politik lain.


‎Sumber Referensi:


‎Catatan sejarah Perlawanan Rakyat Papua terhadap Penjajah, khususnya Perlawanan di Hollandia dan Merauke tahun 1946.


‎Data sejarah tentang Tahanan Politik Digul dan keterlibatan mereka dalam gerakan perlawanan pasca-Proklamasi.


‎Arsip-arsip yang berkaitan dengan rencana perlawanan yang dipimpin Sunggoro pada 17 Juli 1946.

Bagikan