Mengenang Nabiel Makarim: Sang Inovator “PROPER” dan Pejuang Lingkungan Lulusan Harvard

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Di balik sejarah kebijakan pelestarian alam di Indonesia, ada satu nama teknokrat ulung yang kontribusinya sangat melekat bagi dunia industri dan ekologi. Beliau adalah Nabiel Makarim, Dipl. Eng. Chem, MSM, MPA.

Pria kelahiran Surakarta, 9 November 1945 ini merupakan mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup yang dikenal memiliki pendekatan cerdas dan inovatif dalam memaksa korporasi untuk menjaga alam. Meskipun beliau telah berpulang pada 22 Oktober 2021 di usia 75 tahun, warisan sistem yang diciptakannya masih menjadi standar emas hingga hari ini.

Akademisi Jempolan dengan Tiga Gelar Mentereng
Nabiel Makarim bukanlah menteri yang dipilih hanya berdasarkan kalkulasi politik, melainkan karena kapasitas intelektualnya yang di atas rata-rata. Ia memiliki latar belakang pendidikan multidisiplin yang luar biasa:

Teknik Kimia: Meraih gelar Diplom-Ingenieur Chemistry dari Jerman, yang memberinya pemahaman mendalam tentang proses industri dan limbah kimia.

Manajemen: Mengantongi gelar Master of Science in Management (MSM) dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Sloan School of Management, Amerika Serikat.

Kebijakan Publik: Meraih gelar Master of Public Administration (MPA) dari Harvard University, John F. Kennedy School of Government.

Kombinasi ilmu teknik, manajemen, dan kebijakan publik inilah yang membuat Nabiel mampu merumuskan kebijakan lingkungan yang sangat aplikatif bagi dunia usaha.

Pencetus “PROPER”: Strategi Genius Menertibkan Limbah Pabrik
Sebelum menjabat sebagai menteri, Nabiel sudah lama mengabdi di Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal). Di sanalah ia menelurkan salah satu inovasi paling sukses dalam sejarah lingkungan hidup Indonesia, yaitu PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan).

Daripada menggunakan pendekatan hukum yang sering kali mandek di pengadilan, Nabiel menggunakan strategi sosiologis yang genius: mengumumkan warna rapor lingkungan perusahaan ke publik.

Perusahaan yang merusak alam diberi label Merah atau Hitam.

Perusahaan yang taat diberi label Biru, Hijau, hingga yang terbaik Emas.

Sistem ini sangat efektif karena perusahaan yang mendapat rapor hitam akan mengalami kejatuhan saham dan boikot dari konsumen. Sistem PROPER ciptaan Nabiel ini bahkan diadopsi oleh banyak negara berkembang lainnya di dunia.

Mengawal Kelestarian Alam di Kabinet Gotong Royong
Atas rekam jejaknya yang cemerlang, Presiden Megawati Soekarnoputri mempercayakan kursi Menteri Negara Lingkungan Hidup kepada Nabiel Makarim dalam Kabinet Gotong Royong (2001–2004).

Selama memimpin kementerian, ia dikenal sebagai menteri yang progresif. Ia terus konsisten menyuarakan pentingnya pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan berani menindak tegas industri-industri besar yang kedapatan mencemari sungai dan hutan Indonesia.

Akhir Hayat dan Warisan Abadi
Nabiel Makarim mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 22 Oktober 2021 karena sakit. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi para aktivis dan pejuang lingkungan di tanah air.

Kendati sosoknya telah tiada, gagasan Nabiel tentang bagaimana industri dan alam harus berjalan beriringan tetap hidup. Beliau telah membuktikan bahwa menjaga bumi tidak harus selalu lewat jalur konfrontasi, melainkan bisa lewat sistem penegakan hukum yang cerdas dan transparan.

Sumber: Wikipedia

NabielMakarim #MenteriLingkunganHidup #InovatorPROPER #PejuangLingkungan #KabinetGotongRoyong #AlumniHarvard #AlumniMIT #TokohLingkungan

Bagikan