Korea Utara Menawarkan dukungan Rudal ke Iran jika konflik dengan Amerika – Israel .

Red JPN


‎Korut. Jelajahpenanews.  com – Dalam eskalasi baru ketegangan geopolitik dunia, Korea Utara (Korut) disebut-sebut siap menawarkan dukungan rudal kepada Iran jika konflik dengan Amerika Serikat dan sekutunya semakin intens. Pernyataan ini muncul di tengah kritik keras Pyongyang terhadap serangan gabungan AS–Israel terhadap Iran dan retorika keras dari pemimpin Korea Utara sendiri.


‎Seorang pejabat diplomat Korea Utara dilaporkan mengecam keras aksi militer AS dan Israel terhadap Iran sebagai agresi ilegal, menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan negara berdaulat. Seruan solidaritas terhadap Iran menguat di media negara Korea Utara, yang menyatakan bahwa kedua rezim (Pyongyang dan Teheran) menghadapi tekanan yang sama dari kekuatan Barat.


‎Sumber tak resmi juga menyebarkan klaim bahwa pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, siap mendukung Iran dengan fasilitas rudal balistik dan teknologi senjata jika diminta oleh pemerintah Teheran. Dalam narasi ini, dikatakan bahwa satu rudal pun cukup untuk “mengubah keseimbangan kekuatan” melawan lawan bersama mereka — Israel dan AS. *Namun klaim ini belum dikonfirmasi oleh media global resmi.*


‎Hubungan antara Korea Utara dan Iran memiliki sejarah panjang dalam hal teknologi misil:


‎Pada era Perang Iran–Irak, Pyongyang pernah memasok rudal dan teknologi kepada Teheran, yang kemudian menjadi bagian awal program rudal Iran.


‎Di masa modern, kedua negara sering sekali menjadi sasaran kritik bersama oleh AS dan sekutu Barat atas program nuklir dan misil mereka, memperkuat narasi solidaritas anti-Amerika di media pasangan ini.


‎Pemerintah AS dan sekutu NATO kemungkinan akan mengecam keras setiap bentuk dukungan militer semacam itu dan mempertimbangkan sanksi lebih lanjut terhadap Pyongyang.


‎Negara-negara regional seperti Korea Selatan dan Jepang juga memperingatkan bahwa konflik ini dapat memperluas skala krisis keamanan di Asia dan Timur Tengah.


‎Meski kabar tentang “bantuan rudal ke Iran” beredar di media sosial dan beberapa saluran internasional, belum ada verifikasi resmi dari sumber kredibel bahwa Korea Utara telah benar-benar menandatangani kesepakatan atau akan mengirim rudal ke Iran saat ini. Banyak ahli menilai pernyataan semacam itu lebih merupakan retorika politik ketimbang rencana aksi konkret.

Bagikan