Hizbullah dan Iran Bersatu melancarkan serangan ke Israel dengan 100 Drone .

Red JPN




‎Iran . Jelajahpenanews. Com – Serangan Israel di Lebanon kembali meningkat meskipun ada perpanjangan gencatan senjata 45 hari. Serangan udara yang menargetkan infrastruktur yang terkait dengan Hizbullah menewaskan sedikitnya enam orang, termasuk paramedis — di tengah tuduhan bahwa kelompok militan sedang menyiapkan serangan balik.


‎ Hizbullah sendiri terus meningkatkan kapasitas serangannya: mereka melancarkan lebih dari 100 drone berkemampuan tempur sejak gencatan senjata, termasuk teknologi drone tak mudah dijamah oleh pertahanan elektronik Israel.


‎ Meski menghadapi kritik, sistem pertahanan Israel (Iron Dome) masih sangat efektif dalam menghadapi roket dan serangan dari militan termasuk Iran dan Hizbullah.


‎ Iran & Hizbullah: Aliansi Strategis Melawan Israel


‎Iran secara historis mendukung Hizbullah di Lebanon sebagai bagian dari apa yang disebut “Axis of Resistance” — jaringan milisi dan kelompok bersenjata pro-Teheran yang menentang pengaruh AS dan Israel.


‎Dalam dokumen strategi Iran, penggunaan proxy seperti Hizbullah adalah penopang utama untuk mencegah atau menanggapi serangan terhadap Iran dan memperluas pengaruhnya di wilayah.


‎ Di masa lalu, komandan Iran pernah menyatakan kepada pemimpin Hizbullah bahwa Israel akan menghadapi “respon menghancurkan” dari aliansi ini jika ditarget secara langsung.


‎ Israel melihat kemungkinan dukungan Hizbullah yang semakin kuat — terutama jika mendapat dorongan dari Iran — sebagai ancaman serius terhadap keamanannya. Tel Aviv bahkan memperingatkan risiko perang besar jika Hizbullah terlibat langsung dalam konflik antara Iran dan Israel.


‎Kondisi ini mendorong mobilisasi pasukan cadangan Israel di sepanjang perbatasan dengan Lebanon dan Suriah sebagai langkah antisipasi terhadap eskalasi militer yang lebih luas.


‎Di sisi lain, ada tekanan internasional yang mendorong negosiasi antara Israel dan Lebanon terkait disarmament Hizbullah, yang menjadi fokus pembicaraan damai baru-baru ini.


‎Fasilitas militer, populasi sipil, dan infrastruktur di seluruh kawasan rentan terguncang jika ketegangan ini berubah menjadi konflik besar. Bahkan negara-negara tetangga seperti Irak menunjukkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan eskalasi yang lebih luas.


‎ Tokoh-tokoh di Libanon juga menyatakan kekhawatiran bahwa negara mereka tidak ingin terseret ke dalam perang besar antara Iran dan Israel, meskipun keterlibatan Hizbullah tetap menjadi sumber gesekan.


‎Iran dan Hizbullah tetap menjadi ancaman strategis bagi Israel, baik secara langsung maupun melalui jaringan proxy regional mereka.


‎Ketegangan di perbatasan Israel–Lebanon masih tinggi, meskipun terdapat upaya gencatan senjata dan diplomasi.


‎Israel dalam keadaan waspada besar, memobilisasi pasukan dan mempertimbangkan semua opsi untuk menghadapi kemungkinan serangan gabungan dari Hizbullah dan dukungan Iran.

Bagikan