Dua kepala Negara Dunia Geopolitik Memanas ” Perang Dingin Baru “

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. COM – Dunia geopolitik hari ini semakin memanas. Gambar ini memperlihatkan dengan sangat jelas bagaimana dinamika “Perang Dingin Baru” antara Amerika Serikat dan China sedang berlangsung.

​Di satu sisi, AS mencoba menggunakan instrumen ekonomi terkuatnya—yaitu tarif dagang sebesar 100%—sebagai senjata geopolitik untuk menekan China agar tidak membeli minyak dari Iran. Langkah ini diambil AS demi menegakkan sanksi sepihak mereka terhadap Iran.

​Namun di sisi lain, respons dari Xi Jinping mencerminkan posisi China yang sudah tidak bisa lagi didekte oleh Barat. Kalimat “Kami membeli dari negara mana pun yang kami pilih. Tidak ada yang bisa memutuskan hal ini untuk kami” bukan sekadar pernyataan dagang, melainkan sebuah penegasan kedaulatan mutlak. China ingin menunjukkan bahwa era di mana satu negara (hegemoni tunggal) bisa mengatur arah komoditas global sudah mulai bergeser menuju dunia yang multipolar.

​Dampaknya ke depan tentu tidak main-main. Jika AS benar-benar menerapkan tarif tersebut, perang dagang jilid baru akan pecah, rantai pasok global akan kembali terguncang, dan harga-harga barang di seluruh dunia bisa ikut melambung.

​Bagaimana menurut kalian? Apakah gertakan tarif 100% dari AS ini akan berhasil membuat China tunduk, atau justru malah membuat China semakin memperkuat aliansinya dengan negara-negara yang berseberangan dengan Barat?

​#Geopolitik #PerangDagang #EkonomiGlobal #ASvsChina #BeritaDunia

Bagikan