Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Dalam sejarah pembangunan ekonomi Indonesia, ada masanya ketika arah bangsa ditentukan oleh pemikiran para akademisi genius. Di antara deretan nama besar yang mengisi pos penting tersebut, nama Prof. Dr. Saleh Afiff berdiri tegak sebagai salah satu arsitek utama yang paling dipercaya oleh Presiden Soeharto.
Bukan sembarang menteri, pakar ekonomi lulusan Amerika Serikat ini memiliki rekam jejak yang luar biasa: ia dipercaya memimpin tiga pos kementerian yang berbeda dalam tiga era kabinet berturut-turut. Sebuah pencapaian langka yang membuktikan betapa vitalnya peran beliau bagi stabilitas negara saat itu.
Dari Kampus UI Menuju Gerbong “Mafia Berkeley”
Langkah awal Saleh Afiff dimulai dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI), tempat ia meraih gelar sarjananya pada tahun 1959. Sebagai pemuda dengan kecerdasan di atas rata-rata, ia kemudian bertolak ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi di University of California, Berkeley, hingga sukses menggondol gelar doktor pada tahun 1967.
Kelompok ekonom Indonesia lulusan Berkeley inilah yang kelak dijuluki oleh publik sebagai “Mafia Berkeley”. Mereka adalah barisan pemikir brilian yang dipanggil pulang ke tanah air untuk menyelamatkan dan menata ulang perekonomian Indonesia yang sempat karut-marut di akhir dekade 1960-an.
Sebelum terjun sepenuhnya ke pemerintahan, Saleh Afiff mendedikasikan dirinya sebagai pengajar di FE UI, mencetak generasi baru ekonom yang berwawasan luas.
Tiga Kali Berganti Baju Menteri di Jantung Orde Baru
Kepercayaan Soeharto terhadap keahlian Saleh Afiff tidak pernah pudar. Dedikasinya di pemerintahan terbentang panjang lewat tiga jabatan menteri yang sarat tanggung jawab besar:
- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (1983–1988)
Pada Kabinet Pembangunan IV, Saleh Afiff dipercaya mengemban jabatan ganda sebagai Menpan merangkap Wakil Ketua Bappenas. Di sini, ia bertugas membenahi sistem birokrasi pemerintahan sekaligus menyelaraskan perencanaan pembangunan makro agar berjalan efisien. - Kepala Bappenas (1988–1993)
Kinerjanya yang solid membuatnya naik kelas pada Kabinet Pembangunan V. Ia ditunjuk menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional merangkap Kepala Bappenas. Di posisi inilah ia menjadi “otak” di balik perumusan dan pengawasan proyek-proyek pembangunan nasional berskala besar di seluruh pelosok nusantara. - Menko Ekuang (1993–1998)
Puncak karier birokrasinya diraih saat ia diangkat menjadi Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pengawasan Pembangunan (Menko Ekuang) pada Kabinet Pembangunan VI. Menakhodai perekonomian seluruh negara di posisi ini menuntutnya menjaga stabilitas fiskal dan pertumbuhan ekonomi nasional sebelum badai krisis moneter melanda Asia Tenggara.
Warisan Abadi Sang Begawan Ekonomi
Setelah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk dunia pendidikan dan pembangunan negara, Sang Jenderal Ekonomi ini mengembuskan napas terakhirnya pada bulan Juni 2005 dalam usia 74 tahun.
Meskipun sosoknya kini telah tiada, cetak biru pembangunan dan fondasi ekonomi yang ia rancang bersama rekan-rekannya tetap menjadi bagian penting dari fondasi kemajuan Indonesia hari ini. Prof. Dr. Saleh Afiff adalah bukti nyata bagaimana ilmu pengetahuan, integritas, dan pengabdian yang tulus dapat mengubah wajah sebuah bangsa.
Sumber: Wikipedia








