Clarity: dissect how we lead. Mengapa pencopotan si Bapak terkesan “sadis” dan tanpa tata krama?

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Banyak orang kaget melihat cara RI1 memberhentikan Menteri Keuangannya. Tidak ada seremoni hangat, tidak ada jeda hari, dan konfirmasi pun terkesan dingin. Bagi publik awam, ini terlihat seperti drama politik yang kejam. Bahkan banyak yang membingkainya sebagai “hilangnya etika bernegara”

Tapi jika kita bedah dari kacamata manajemen krisis negara, langkah kilat ini punya alasan eksekutif yang sangat logis. Ada perbedaan mendasar antara Kementerian Keuangan dengan kementerian teknis lainnya. Kalau RI1 memproses lewat TPA atau memanggil menteri pendidikan/Menteri PU ke Istana untuk bicara empat mata soal rencana penggantian, jeda beberapa jam atau beberapa hari TANPA KEPASTIAN yang bocor keluar tidak akan membuat ekonomi guncang. Tapi Menkeu berbeda. Menkeu memegang kendali atas kepercayaan investor, nilai tukar Rupiah, dan pasar obligasi negara (SBN).

Jika jeda menghasilkan kebocoran isu/spekulasi penggantian Menkeu ke publik dan berkembang liar, pasar modal akan langsung merespons dengan spekulasi, capital outflow, dan gejolak kurs

Dalam protokol situasi yang demikian, information lockdown (penguncian informasi) wajib dilakukan. Begitu keputusan diambil, eksekusinya harus cepat: putus, umumkan, dan isi kekosongan hari itu juga demi mengunci spekulasi..

Jabatan Menkeu yang kosong juga berisiko spekulasi liar. Makanya, begitu Prabowo memutuskan untuk mengganti Purbaya, figur teknokrat yang sudah paham jeroan Kemenkeu langsung dimajukan sebagai “pemadam kebakaran”. Ini bukan soal suka atau tidak suka secara personal, melainkan upaya menjaga agar mesin keuangan negara tetap bernapas tanpa henti.

Kesimpulan Ringkas: Di balik kesan “sadis” atau kurangnya subasita/tatakrama (etika diplomasi) dalam pencopotan tersebut, ada kalkulasi stabilitas ekonomi nasional yang harganya terlalu mahal jika dipertaruhkan. Membiarkan ada kompromi jeda pada jabatan Menkeu sama saja dengan mengundang turbulensi di pasar keuangan.

Dalam urusan kas negara, keputusan pahit yang dieksekusi secepat kilat jauh lebih aman daripada ketidakpastian yang dibiarkan menggantung.😇

Bagikan