LUWU TIMUR. Jelajahpenanews . COM – Ratusan petani yang tergabung dalam kelompok tani Laoli menggelar aksi siaga dan menyatakan penolakan tegas terhadap rencana pengosongan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Aksi tersebut berlangsung di Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, pada Selasa (28/7/2026), dan mendapat perhatian luas dari masyarakat setempat.
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk respons atas rencana pengosongan lahan yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian para petani. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi mengancam keberlangsungan ekonomi keluarga serta masa depan pertanian yang telah mereka kelola selama bertahun-tahun.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa para petani hadir untuk mempertahankan hak mereka atas lahan yang selama ini digarap secara produktif. Menurutnya, petani berharap pemerintah dapat mengedepankan dialog dan mencari solusi yang adil tanpa harus melakukan langkah pengosongan yang dinilai merugikan masyarakat kecil.
Sejak pagi hari, ratusan petani terlihat berkumpul di sejumlah titik di Desa Harapan. Mereka membawa berbagai atribut dan spanduk berisi tuntutan agar pemerintah daerah membatalkan rencana pengosongan lahan. Situasi berlangsung kondusif dengan pengawasan dari aparat keamanan yang berjaga di lokasi.
Para petani menegaskan bahwa aksi siaga tersebut bukan untuk menciptakan konflik, melainkan untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak mereka. Mereka berharap pemerintah daerah membuka ruang komunikasi yang lebih luas guna mencari jalan keluar yang tidak merugikan salah satu pihak.
Hingga berita ini diturunkan, ratusan petani Laoli masih menyatakan sikap menolak rencana pengosongan lahan oleh Pemkab Luwu Timur. Mereka berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak atas lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Desa Harapan, Kecamatan Malili, sembari menunggu keputusan dan langkah lanjutan dari pemerintah daerah.








