TEHERAN . Jelajahpenanews. COM — Eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran kian tidak terkendali setelah Angkatan Darat Republik Islam Iran mengonfirmasi bahwa pangkalan militer mereka di wilayah Bampur, dekat kota Iranshahr, dihantam gelombang serangan udara masif yang diluncurkan oleh militer AS pada dini hari. Berdasarkan rilis resmi yang disiarkan oleh kantor berita nasional Iran, Tasnim, militer AS dilaporkan melepaskan sedikitnya 13 rudal presisi yang menyasar langsung asrama personel, wisma tamu, serta pos-pos penjagaan di dalam kompleks pangkalan udara tersebut. Otoritas militer Teheran mengecam keras aksi tersebut dan menyebut taktik penyerangan pada jam tidur itu sengaja dirancang untuk menimbulkan efek kehancuran total serta menjatuhkan korban jiwa sebanyak-banyaknya di pihak Iran.
Serangan rudal yang diluncurkan di bawah komando CENTCOM tersebut dilaporkan menewaskan tujuh personel militer dari Brigade ke-388 Iranshahr, yang terdiri dari perwira karier dan prajurit wajib militer, sementara belasan lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat. Perwakilan Angkatan Darat Iran menyatakan bahwa jumlah korban jiwa yang lebih besar sebenarnya berhasil dimitigasi berkat penerapan protokol pertahanan pasif serta rencana kontingensi darurat yang telah diaktifkan beberapa jam sebelum serangan tiba. Kendati demikian, hancurnya fasilitas logistik militer di Provinsi Sistan dan Baluchestan ini memicu kemarahan besar di Teheran, di mana militer Iran menegaskan bahwa aksi balasan yang mematikan dan mutlak atas gugurnya para martir kini sedang dipersiapkan secara matang.
Di sisi lain, gempuran ke Bampur ini merupakan bagian dari operasi udara masif AS selama tujuh jam yang bertujuan melumpuhkan seluruh jaringan radar, sistem pertahanan udara berlapis, dan pangkalan rudal di sepanjang pesisir selatan Iran. Merespons serangan di jantung pertahanannya, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) bersama Angkatan Darat Iran dilaporkan langsung mengoordinasikan serangan balik kilat menggunakan kawanan drone bunuh diri dan rudal jelajah taktis yang membidik pangkalan serta aset logistik militer Amerika Serikat yang berada di Bahrain, Kuwait, hingga Yordania. Angkatan Darat Iran menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa koordinasi penuh antar-matra bersenjata telah solid dan serangan balasan lanjutan yang lebih mematikan dipastikan akan segera menghantam target-target strategis AS di kawasan Teluk dalam waktu dekat.
Sumber Berita :Tasnim








