Jakarta. Jelajahpenanews. COM – Raden Himawan Soetanto merupakan salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki perjalanan pengabdian panjang bagi bangsa dan negara. Lahir di Gorang-Gareng, Nguntoronadi, Magetan, Jawa Timur, pada 14 September 1929, ia adalah putra dari Muhammad Mangundiprojo, seorang pejuang kemerdekaan yang juga pernah menjabat Gubernur Jawa Tengah.
Himawan Soetanto merupakan lulusan Akademi Militer Yogyakarta Angkatan I tahun 1948 dan mengabdikan dirinya di lingkungan TNI Angkatan Darat selama lebih dari tiga dekade. Berasal dari kecabangan Infanteri, karier militernya terus menanjak hingga mencapai pangkat Letnan Jenderal TNI.
Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ke-8 pada periode 4 Mei 1974 hingga 4 Januari 1975. Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Kepala Staf Umum ABRI pertama sejak jabatan tersebut dibentuk pada tahun 1983.
Tak hanya berkiprah di dunia militer, Himawan Soetanto juga aktif dalam pembinaan generasi muda. Pada periode 1993–1998, ia menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ke-4, memimpin organisasi kepanduan terbesar di Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto hingga Presiden B.J. Habibie.
Setelah puluhan tahun mengabdikan diri kepada negara, Letjen TNI (Purn) Himawan Soetanto wafat pada 20 Oktober 2010 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, dalam usia 81 tahun. Namanya dikenang sebagai sosok prajurit, pemimpin, dan pendidik yang memberikan kontribusi besar bagi TNI, Gerakan Pramuka, serta bangsa Indonesia.








