Penghormatan Terakhir Sang Marinir Sejati: Abu Pelda KKO Evert Julius Ven Kandou Dilarung di Laut Watudodol

Red JPN

Jawa Timur. Jelajahpenanews. Com – Laut Watudodol, Banyuwangi, menjadi saksi penghormatan terakhir bagi seorang prajurit legendaris Korps Marinir TNI Angkatan Laut, Pelda (Purn) KKO Evert Julius Ven Kandou. Kamis, 10 September 2020, abu jenazah sang veteran pejuang dilarung ke perairan Watudodol sesuai amanat terakhir yang telah ia sampaikan jauh sebelum wafatnya.

Prosesi pelarungan berlangsung khidmat dan penuh haru. Keluarga besar Komando Latih Korps Marinir (Kolatmar), yang diwakili prajurit Puslatpurmar 5 Baluran dan Puslatpurmar 7 Lampon, hadir memberikan penghormatan terakhir kepada sosok marinir yang pernah menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa Indonesia.

Sejak pagi hari, suasana duka sudah terasa di Auditorium Kremasi Jajag, Kecamatan Bangorejo, tempat abu jenazah diberangkatkan sekitar pukul 07.00 WIB. Dengan penuh penghormatan, abu jenazah kemudian dibawa menuju Pangkalan TNI AL Banyuwangi sebelum dinaikkan ke KAL Rajegwesi milik Lanal Banyuwangi.

Kapal patroli itu bergerak perlahan meninggalkan dermaga menuju perairan Watudodol. Di atas kapal, keluarga, para perwira, serta prajurit TNI AL dan Korps Marinir mengiringi perjalanan terakhir sang pejuang dengan doa dan penghormatan militer.

Komandan Puslatpur 7 Lampon, Letkol Marinir Dodik Eko Siswanto melalui Dandentih Opsus Mayor Marinir Veny T. Wuaten menjelaskan bahwa pelarungan abu jenazah dilakukan sesuai wasiat almarhum yang telah disampaikan sejak tiga tahun sebelumnya. Keinginan itu akhirnya dipenuhi sebagai bentuk penghormatan terhadap pengabdian panjang Pelda Kandou kepada bangsa dan negara.

Turut hadir dalam prosesi tersebut antara lain Joko Setiyono selaku Danlanal Banyuwangi, Wakil Komandan Puslatpur 5 Baluran Mayor Marinir Helmi Hamzir, serta sejumlah prajurit TNI AL dan Korps Marinir yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Bagi Korps Marinir, Pelda KKO Evert Julius Ven Kandou bukan sekadar prajurit biasa. Ia adalah saksi hidup sejarah Indonesia, salah satu anggota tim KKO AL yang bertugas mengangkat jenazah tujuh Pahlawan Revolusi dari sumur Lubang Buaya pasca tragedi G30S/PKI tahun 1965.

Pengabdian dan keberaniannya menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Hingga akhir hayatnya, ia tetap dikenang sebagai marinir sejati yang setia menjalankan tugas negara tanpa pamrih.

Deburan ombak Watudodol yang mengiringi pelarungan abu jenazah seolah menjadi salam perpisahan terakhir bagi seorang pejuang bangsa. Meski raganya telah menyatu dengan alam, nama dan jasa Pelda KKO Evert Julius Ven Kandou akan terus hidup dalam ingatan Korps Marinir dan sejarah Indonesia.

EJKandou

KorpsMarinir

TNIAL

PahlawanRevolusi

SejarahIndonesia

Watudodol

NKRIHargaMati

Bagikan