Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Modernisasi besar-besaran TNI mulai benar-benar terlihat pada 2026. Pemerintah fokus memperkuat tiga matra sekaligus udara, laut, dan darat untuk meningkatkan daya gentar militer Indonesia di kawasan Asia Pasifik. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kedatangan jet tempur Rafale F4 asal Prancis yang disebut sebagai lompatan terbesar kekuatan TNI AU dalam puluhan tahun terakhir. Selain itu, TNI AU juga mulai diperkuat pesawat angkut strategis Airbus A400M, tambahan jet latih tempur T-50i Golden Eagle, drone tempur ANKA dari Turki, hingga armada C-130J Super Hercules yang meningkatkan kemampuan mobilisasi militer nasional.
Di sektor laut, TNI AL menjalankan modernisasi armada tempur melalui kehadiran fregat baru seperti KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Indonesia juga sedang membangun Fregat Merah Putih berbasis desain Arrowhead 140 bersama PT PAL yang diproyeksikan menjadi tulang punggung armada laut masa depan. Selain itu terdapat proyek OPV 90M serta kapal selam Scorpene Evolved hasil kerja sama Indonesia–Prancis yang menjadi salah satu program paling strategis untuk memperkuat pertahanan bawah laut Indonesia.
Sementara itu TNI AD fokus meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh dan mobilitas tempur modern. Penguatan dilakukan melalui sistem rudal KHAN dari Turki, artileri CAESAR 155 mm, Astros II MLRS, hingga tank medium Harimau/Kaplan MT hasil kolaborasi Indonesia dan Turki. Meski demikian, beberapa proyek besar seperti KF-21 Boramae, KAAN Turki, dan drone Kizilelma juga nantinya akan menyusul memperkuat TNI.








