2000 orang Terlibat Shooting Film Zona Merah di Surabaya

Red JPN

Surabaya, Jelajahpenanews. Com – 9 Mei 2026 – Kabar menggembirakan bagi penggemar karya horor tanah air. Serial fenomenal Zona Merah, yang pertama kali tayang pada 2024 dan sukses menyedot perhatian penonton, resmi bersiap menggarap musim keduanya sekaligus melangkah naik ke layar lebar. Kini, sorotan produksi beralih ke Kota Pahlawan, Surabaya, yang dipilih sebagai lokasi utama pengambilan gambar dengan skala raksasa.

Proyek ini digarap melibatkan lebih dari 2.000 orang, mulai dari kru profesional, deretan aktor papan atas, hingga warga masyarakat Surabaya yang terlibat langsung dalam proses kreatif. Lokasi syuting utama berada di kawasan Kota Tua Surabaya, kawasan bersejarah yang dianggap sangat cocok menghidupkan suasana cerita yang kental nuansa misteri dan ketegangan.

Produksi ini dipercayakan pada duet sutradara andalan: Sidharta Tata dan Fajar Martha. Keduanya adalah sosok di balik kesuksesan musim pertama, dan memiliki rekam jejak gemilang di perfilman Indonesia. Sidharta dikenal lewat karya horor populer seperti waralaba Waktu Maghrib dan Sakaratul Maut, sementara Fajar mengukuhkan nama lewat Pertaruhan: The Series dan Sebelum Dijemput Nenek. Keduanya berjanji menghadirkan perpaduan aksi menegangkan, cerita mendalam, dan karakter yang kuat dalam Zona Merah musim kedua ini.

Cerita Zona Merah sendiri mengisahkan penyebaran wabah mayat hidup di daerah fiktif bernama Rimbalaya. Jika musim pertama syuting dilakukan di Cepu, Jawa Tengah, musim kedua ini akan memanfaatkan kekayaan sejarah dan arsitektur Kota Tua Surabaya sebagai latar utama. Momen ini pun terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kota Surabaya yang ke-733.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih karena sudah diterima dengan hangat di kota ini,” ujar Line Producer Zona Merah, Bagas Luhur Pribadi, dalam acara penyambutan tim produksi di Balai Kota Surabaya, Jumat malam (8/5/2026).

Pemilihan pemain pun terlihat sangat istimewa dan bertabur bintang. Deretan nama besar yang kembali berperan antara lain Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano Narendra, hingga aktor kawakan Lukman Sardi. Sederet nama baru turut meramaikan, di antaranya Luna Maya yang dijuluki Ratu Horor Indonesia, Derby Romero, Shindy Huang, dan Myesha Lin. Sayangnya, Luna Maya berhalangan hadir dalam acara penyambutan tersebut.

Salah satu keunikan proyek ini adalah keterlibatan masif warga lokal. Sebanyak 2.000 warga Surabaya akan dilibatkan sebagai figuran. Tidak hanya itu, tim produksi juga menggandeng komunitas setempat meluncurkan program Tamasya Sinema, sebuah inisiatif edukasi perfilman bagi warga surabaya agar mendapatkan pengalaman langsung di industri kreatif.

“Kami berharap kehadiran kami tidak sekadar mengambil gambar. Lewat program ini, ada nilai edukasi yang dihasilkan, sekaligus memperkenalkan potensi besar Surabaya ke seluruh Indonesia,” tambah Bagas.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya. Dukungan teknis diberikan berupa fasilitasi penutupan sejumlah ruas jalan di kawasan Kota Tua demi kelancaran syuting. Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mewakili Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan komitmen pemkot.

“Kami mendukung penuh kelancaran syuting Zona Merah. Seluruh kawasan bersejarah ini boleh dimanfaatkan secara maksimal oleh para sineas untuk menghasilkan karya terbaik,” tegas Lilik.

Dengan skala produksi raksasa, dukungan pemerintah, serta keterlibatan masyarakat luas, Zona Merah musim kedua dan versi layar lebar ini diprediksi akan menjadi salah satu karya kolosal paling dinanti, yang tidak hanya menghibur, tapi juga mengangkat nama dan keindahan Kota Surabaya ke kancah perfilman nasional.

Bagikan