Banda Aceh. Jelajahpenanews. Com – Perjalanan hidup Said Muhammad Zulfikar adalah potret nyata bahwa mimpi besar tidak mengenal batas latar belakang. Berasal dari Banda Aceh, ia tumbuh dalam kesederhanaan ayahnya seorang penjual sayur keliling, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Namun dari rumah sederhana itulah, tekad besar ditempa.
Sejak kecil, Said telah menanamkan satu cita-cita dalam dirinya: menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia melalui jalur perwira. Ia tidak sekadar ingin mengenakan seragam, tetapi ingin mengangkat derajat kedua orang tuanya melalui pengabdian kepada bangsa.
Perjuangan panjang itu akhirnya berbuah manis. Setelah menempuh pendidikan keras dan disiplin di Akademi Militer, Said resmi dilantik sebagai perwira TNI Angkatan Darat dengan pangkat Letnan Dua (Letda).
Momen pelantikan tersebut menjadi semakin istimewa karena dilakukan langsung oleh Prabowo Subianto di Istana Negara. Bagi Said, ini bukan hanya seremoni, melainkan pencapaian emosional yang mendalam terlebih sang Presiden juga merupakan lulusan Akademi Militer.
Dengan penuh kebanggaan, Said memperkenalkan dirinya: ia adalah Letnan Dua Infanteri, lulusan Akmil tahun penerimaan 2021, anak dari keluarga sederhana yang tak pernah berhenti bermimpi.
“Saya ingin membanggakan kedua orang tua saya,” ungkapnya dengan tulus. Kalimat sederhana, namun sarat makna perjuangan dan pengorbanan.
Rasa haru juga menyelimuti keluarganya, terutama sang ibu, Tarni. Air mata bahagia tak terbendung saat menyaksikan putranya berdiri tegak sebagai perwira negara. Baginya, itu bukan hanya kebanggaan, tetapi juga harapan agar sang anak kelak menjadi pemimpin yang amanah dan dipercaya.
Kisah Said bukan sekadar cerita sukses individu. Ia adalah inspirasi bahwa kerja keras, doa, dan keteguhan hati mampu mengubah takdir. Dari lorong-lorong sederhana di Aceh, kini ia melangkah mantap di barisan penjaga kedaulatan bangsa.








