Militer Israel Tembaki Konvoi UNIFIL Asal Italia, PM Giorgia Meloni Beri Reaksi Keras

Red JPN



‎Libanon. Jelajahpenanews. Com – Militer Israel kembali berulah, menyerang pasukan perdamaian PBB yang bertugas di Lebanon atau UNIFIL.

‎Kali ini, tentara Israel menembaki konvoi UNIFIL asal Italia yang sedang menjalankan misi PBB pada Rabu (8/4/2026). 


‎Sebagai informasi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) adalah misi penjaga perdamaian PBB yang dibentuk pada 1978 untuk menjaga stabilitas di Lebanon Selatan.

‎Khususnya di sepanjang perbatasan “Blue Line” dengan Israel.

‎UNIFIL bertugas mencegah konflik, memantau gencatan senjata, dan mendukung angkatan bersenjata Lebanon

‎Dua pekan sebelumnya, tentara Israel dua kali menyerang pasukan UNIFIL yang menewaskan tiga tentara asal Indonesia. 


‎Ulah Israel kali ini mengundang reaksi keras pemerintah Italia.

‎Pemerintah Italia memanggil duta besar Israel di Roma sebagai bentuk protes resmi.

‎Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, menjelaskan konvoi milik misi UNIFIL saat itu sedang mengangkut personel dari Kota Shama menuju Beirut.

‎Dalam perjalanan, konvoi itu menjadi sasaran tembakan militer Israel.


‎Karena insiden itu, konvoi langsung menghentikan perjalanan dan kembali ke pangkalan.

‎Tidak ada korban jiwa dan luka dalam kejadian tersebut, namun beberapa kendaraan dilaporkan rusak.

‎Perdana Menteri (PM) Italia, Giorgia Meloni, mengecam keras tindakan berbahaya itu.

‎Ia juga mendesak Israel segera menghentikan serangan di Lebanon.“


‎”Serangan Israel yang terus berlangsung di Lebanon, yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan jumlah pengungsi yang tidak dapat diterima, harus segera dihentikan,” tegas Giorgia Meloni, seperti dilansir AFP.

‎Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menambahkan personel militer Italia yang bertugas dalam misi PBB tidak boleh menjadi target atau sasaran.

‎Crosetto menegaskan, pihaknya tidak dapat menerima jika pasukan Italia yang bertugas di bawah bendera PBB dengan mandat menjaga perdamaian dan stabilitas justru terancam karena tindakan militer Israel.


‎Misi UNIFIL dibentuk sejak 1978 dan bertugas menjaga stabilitas di Lebanon selatan.

‎Saat ini, Italia mengerahkan 754 personel dalam misi itu.Sedangkan Indonesia mengirimkan 755 personel.

‎Pejabat Italia mengatakan, konvoi UNIFIL jelas dapat dikenali sebagai kendaraan misi perdamaian. (*)




Bagikan