โ
Jakarta. Jelajahpenanewโ. Com – Food Estate Singkong pada tahun 2020 lalu terwujud, kemungkinan Indonesia punya tambahan supply energi dari sumber alternatif.ย Berdasarkan hitungan kasar, FE Singkong seluas 200.000 Hektar tsb dapat menghaskan Bioetanol sebanyak 6 Juta Barel lebih per tahun. Setara 3 hari lebih kebutuhan BBM naisonal.
โ
โSelain daripada itu kita punya SINGKONG sebagai tambahan alternatif energi selain MINYAK SAWIT
โKenapa FE Singkong itu bisa BATAL? Dugaan saya ada beberapa faktor
โ๐ญ. ‘๐๐ถ๐๐ฎ๐ฏ๐ผ๐๐ฎ๐๐ฒ’ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ
โIjin penggunaan lahan dari PUPR tidak terbit, SK pembentukan badan yang akan tangani FE Singkong pun tidak dirilis oleh Kementerian PAN-RAB. Dan yang jelas jejaknya adalah ‘disodok’ oleh Kementan pada saat itu.
โKenapa ‘disodok’? Karena balik lagi ke DIUT, DUIT. Jika Kemenhan tetap jadi Leading Sector nya, maka anggaran akan turun ke Prabowo. Tetapi karena urusan pangan dikembalikan ke Kementan, lalu mengucurlah beberapa triliun duit dari APBN ke Kementan. Endingnya sudah tau semua, ada yang berakhir jadi narapidana
โ๐ฎ. ‘๐๐ถ๐๐ฎ๐ฏ๐ผ๐๐ฎ๐๐ฒ’ ๐ผ๐น๐ฒ๐ต ๐บ๐ฎ๐ณ๐ถ๐ฎ ๐๐ฎ๐๐ถ๐ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฎ๐ณ๐ถ๐ฎ ๐บ๐ถ๐ด๐ฎ๐
โMafia Sawit tidak mau ada program energi alternatif dari komoditi lain karena nantinya akan berbagi SUBSIDI. Mereka ini menerima subsisi dari pemerintah hingga Rp.150 Triliun lebih untuk Program BIODIESEL. Duit segede itu hanya ngucur ke belasan atau paling banyak 20 pihak pengusaha sawit.
โMungkin, Mafia Sawit juga ketakutan jika nantinya lahan curian mereka yang djtanami sawit akan disita dan dirubah jadi kebun singkong. Atau dominasi Kementerian Pertahanan pada perkebunan lahan negara akan mengganggu eksistensi mereka.
โSedangkan Mafia Migas takut jika volume import berkurang karena ada tambahan simber energi alternatif. Import berkirang, cuan pun berkurang.
โTapi akhirnya, ALHAMDULILLAH, oknum madia-mafoa tsn sudah ditindak. Asa yang sudah ditetapkan ajdi tersangka dan buron, serta disita asetnya. Ada yang disita jutaan heltar lahannya berikut puluhan triliun denda tunai.
โDaya tahan Indonesia yang lebih baik dari mayoritas negara di dunia dalam menghadapi krisis energi sekrang ini, bukan ujug-ujug, tapi buah pemikiran dan perencanaan matang Presiden Prabowo yang dilaksanakan dengan cukup baik oleh para bawahannya.
โ








