‎🇮🇩 PRESIDEN PRABOWO MENGATAKAN JIKA INDONESIA TETAP KONSISTEN DAN TIDAK TERIKAT PAKTA PERTAHANAN DENGAN NEGARA MANAPUN. INDONESIA AKAN TERUS MEMPERKUAT MILITERNYA UNTUK MENJAGA DIRI DARI ANCAMAN MANAPUN

Reporter : karjoko


‎Prabowo Subianto: Indonesia Tetap Non-Blok!


‎HAMBALANG. Jelajahpenanews. Com – Di tengah guncangan geopolitik global yang mencapai titik didih ekstrem pada Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi diplomatik Indonesia yang tak tergoyahkan. Dalam wawancara eksklusif dengan media internasional Bloomberg di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Kepala Negara menyatakan bahwa Indonesia secara konsisten menolak untuk bergabung dengan aliansi militer negara mana pun. Penegasan ini merupakan manifestasi nyata dari prinsip politik luar negeri “Bebas Aktif” yang diamanatkan oleh UUD 1945.


‎Kondisi keamanan dunia saat ini berada dalam bayang-bayang kehancuran setelah serangan mendadak aliansi Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu. Serangan tersebut tidak hanya menghancurkan infrastruktur vital, tetapi juga menewaskan jajaran kepemimpinan tertinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Menanggapi eskalasi yang memicu hujan rudal balistik Sejjil dan gelombang drone di kawasan Timur Tengah, Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri.


‎”Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun,” tegas Prabowo. Ia menjelaskan bahwa meskipun Indonesia menjaga hubungan baik dengan seluruh negara, postur militer nasional akan tetap bersifat defensif. Menurutnya, Indonesia wajib membangun kekuatan pertahanan yang mumpuni secara mandiri agar tidak bergantung pada kekuatan asing saat krisis melanda. “Ketika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bersandar pada siapa pun,” imbuhnya.


‎Di tengah konfrontasi yang kian meluas, Presiden Prabowo secara resmi menawarkan diri sebagai juru damai. Ia mendesak seluruh pihak yang bertikai untuk segera meninggalkan pola serangan balasan dan kembali ke meja dialog. Indonesia berkomitmen untuk aktif menciptakan perdamaian dunia melalui jalur diplomasi yang netral namun tegas. Tawaran mediasi ini menjadi sinyal kuat bahwa di tengah polarisasi kekuatan besar, Indonesia tetap menjadi jangkar stabilitas yang mengedepankan kemanusiaan di atas kepentingan blok militer mana pun.


Bagikan