Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Berturut-turut tokoh Islam dan pimpinan ormas Islam, termasuk pimpinan pondok pesantren, diundang ke Istana oleh Presiden Prabowo. Pertama, saat Indonesia baru saja bergabung dengan Board of Peace (Dewan Perdamaian) bikin Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Kedua, saat AS dan Israel yang notabene anggota Board of Peace menyerang Iran, justru tak lama usai dibentuk. Untung, Iran bukanlah anggota Board of Peace. Apakah perdamaian hanya untuk sesama anggota Board of Peace saja? Selain anggota, boleh berperang? Di situlah kacaunya Donald Trump.
Donald Trump seperti mengerjai anggotanya sendiri dengan sihir perdamaian. Perdamaian yang dimaksud sebetulnya adalah peperangan. Peperangan yang tidak lagi diganggu karena anggotanya sudah tersihir perdamaian. Wajar saja sekutunya sendiri sepeeti Inggris, Perancis, dan lain-lain, justru tak percaya dengan sihir perdamaian ala Trump itu.
Tapi ada untungnya juga Board of Peace bikinan Donald Trump itu bagi umat IsIam di Indonesia. Presiden Prabowo jadi rajin mengundang tokoh, ormas, pondok pesantren, sebagai simbol kekuatan umat Islam di Indonesia. Kabarnya tak hanya sekali dua kali, pertemuan tokoh dan ormas Islam, termasuk pimpinan pondok pesantren, dengan Presiden Prabowo itu, akan dirutinkan sekali sebulan atau sekali tiga bulan sesuai jadwal Presiden Prabowo.
Kalau benar itu yang terjadi, maka inilah bulan madu antara umat dan Presidennya. Tak pernah terjadi suasana bulan madu antara umat dan Presidennya, sebelum ini. Biasanya yang terjadi justru saling curiga-mencurigai. Apalagi 10 tahun belakangan ini. Umat Islam seperti tak digandeng sama sekali. Kecuali, saat dibutuhkan saja. Itupun tokoh dan ormasnya, termasuk pimpinan pondok pesantren tertentu saja alias sudah diseleksi sebelumnya.
Dan menariknya, dua kali pertemuan antara Presiden Prabowo dan ormas, tokoh, dan pimpinan pondok pesantren itu, terdapat semacam kesepakatan atau saling percaya di antara keduanya. Presiden Prabowo bisa menjelaskan niat dan tujuannya secara gamblang, dan pimpinan umat pun bisa menangkapnya dengan baik. Apalagi memang kedekatan Presiden Prabowo dan umat IsIam itu bukan sesuatu yang baru.
Terus terang, belum pernah ada terjadi yang seperti ini. Yang ditangkap adalah sisi yang positif, bukan negatif. Berbeda dengan yang apa beredar di media sosial. Makanya saya katakan tadi, inilah fase bulan madu antara umat Islam dan Presidennya.
Kalau benar pertemuan antara tokoh Islam, ormas, dan pimpinan pondok pesantren, dengan Presiden Prabowo akan rutin dilakukan, maka bukan mustahil nantinya umat Islam akan termasuk jadi pendukung utama Presiden Prabowo pada Pilpres 2029. Tidak lagi sebagaimana Pilpres 2024 kemarin. Entahlah.








