Mengenal Anne Ratna Mustika: Dari Mojang Purwakarta hingga Jadi Bupati Perempuan Pertama

Reporter : Gombloh

Surabaya . jelajahpenanews.com – Nama Anne Ratna Mustika, atau yang lebih akrab disapa Ambu Anne, telah mengukir sejarah baru dalam peta politik Jawa Barat. Bukan sekadar pemimpin, ia adalah perempuan pertama yang berhasil menduduki kursi Bupati Purwakarta sepanjang sejarah kabupaten tersebut berdiri.

Jejak Sang Mojang yang Mendunia
Lahir pada 28 Januari 1982 di Cianjur, perjalanan Ambu Anne di Purwakarta sebenarnya dimulai dari panggung kecantikan dan budaya. Pada tahun 2001, pesonanya terpancar saat ia dinobatkan sebagai Mojang Kabupaten Purwakarta. Tak berhenti di sana, ia pun melangkah lebih jauh mewakili daerahnya dalam ajang bergengsi Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat di tahun yang sama.

Pengalaman sebagai Mojang inilah yang membentuk karakter Ambu Anne yang luwes namun tetap memegang teguh nilai-nilai budaya lokal.

Darah Kepemimpinan dari Desa
Kecakapan Ambu Anne dalam memimpin rupanya tidak datang tiba-tiba. Ia lahir dan tumbuh di Desa Gudang, Kecamatan Cikalong Kulon, Cianjur, dalam lingkungan keluarga yang sangat aktif di masyarakat.

Ayahnya, Usep Supriadi, merupakan seorang Kepala Desa yang dihormati, sementara ibunya, Dedeh Sumiati, adalah sosok yang aktif dalam gerakan perempuan. Lingkungan masa kecil inilah yang secara tidak langsung membentuk mentalitas pelayan publik dalam diri Anne sejak dini.

Perjalanan Akademik dan Politik
Meski sibuk dalam berbagai kegiatan, Ambu Anne tetap mengutamakan pendidikan. Setelah menyelesaikan sekolah menengah di Cianjur pada tahun 2000, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Purwakarta dan berhasil meraih gelar sarjana dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) WIKARA pada tahun 2016.

Puncak karier politiknya terjadi pada periode 2018-2023. Berpasangan dengan H. Aming sebagai Wakil Bupati, Anne berhasil memenangkan kepercayaan masyarakat dan dilantik sebagai Bupati Purwakarta. Kemenangan ini menjadikannya simbol kekuatan baru bagi keterwakilan perempuan di kursi eksekutif.

Dedikasi untuk Purwakarta
Selama masa jabatannya, Ambu Anne dikenal dengan pendekatan keibuannya yang hangat namun tegas. Julukan “Ambu” (Ibu dalam bahasa Sunda) bukan sekadar panggilan, melainkan representasi dari gaya kepemimpinannya yang mengayomi masyarakat Purwakarta layaknya seorang ibu kepada anak-anaknya. (Wikipedia)

AmbuAnne #AnneRatnaMustika #Purwakarta #PurwakartaIstimewa #JawaBarat #MojangPurwakarta #UrutanSunda

Bagikan