Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Dinamika politik seringkali menguji loyalitas seseorang, terutama ketika pilihan tersebut bersinggungan dengan lingkaran keluarga. Hal inilah yang baru saja ditunjukkan oleh Lisda Hendrajoni, srikandi tangguh Fraksi NasDem di DPR RI. Di tengah sorotan publik atas perpindahan partai sang suami, Lisda justru berdiri tegak menunjukkan kelasnya sebagai politisi yang berdaulat.
Keputusannya untuk tetap setia di bawah bendera Partai NasDem menjadi pesan kuat bagi publik: bahwa perempuan dalam politik memiliki kemandirian penuh dan prinsip yang tidak bisa diintervensi oleh siapa pun.
Ketegasan di Hadapan Surya Paloh
Spekulasi mengenai keraguan loyalitas Lisda terpatahkan dalam rapat pleno yang digelar di NasDem Tower pada Kamis (5/2/2026). Di hadapan Ketua Umum Surya Paloh, Lisda menyatakan dengan lantang komitmennya untuk terus mengabdi melalui partai yang telah membesarkannya.
Langkah ini diambil menyusul keputusan sang suami, Hendrajoni (Mantan Bupati Pesisir Selatan), yang memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bagi Lisda, perbedaan perahu politik dalam satu atap bukanlah sebuah masalah, melainkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Bukan Sekadar “Istri Pejabat”, Tapi Petarung Lapangan
Lisda Hendrajoni membuktikan bahwa posisinya di Senayan bukanlah “pemberian”, melainkan hasil keringat dari perjuangan akar rumput. Sebagai wakil rakyat dari Dapil I Sumatera Barat, ia telah bertransformasi dari sosok istri pejabat daerah menjadi politisi independen yang disegani.
Rekam jejaknya pun tidak main-main:
Sejarah di Pemilu 2024: Ia menjadi motor penggerak yang membawa NasDem berjaya di Sumatera Barat dengan total raihan lebih dari 475 ribu suara.
Kemandirian Politik: Di saat banyak yang mengira ia akan mengekor langkah suami, Lisda justru memperkuat barisan di NasDem dan menargetkan kemenangan lebih besar pada Pemilu 2029 mendatang.
Pesan Tentang Profesionalisme Perempuan
Keputusan Lisda mengundang decak kagum karena dianggap memberikan edukasi politik yang cerdas. Ia memisahkan dengan jelas antara urusan domestik rumah tangga dengan tanggung jawab legislatif kepada konstituennya di Ranah Minang.
”Integritas adalah harga mati. Saya tetap di NasDem karena visi restorasi yang sejalan dengan hati nurani saya,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan.
Ketegasan ini membuktikan bahwa Lisda Hendrajoni bukanlah politisi yang “bisa disetir”. Ia adalah simbol srikandi modern yang paham betul bahwa mandat rakyat di pundaknya harus dijaga dengan konsistensi, bukan sekadar mengikuti arus dinamika keluarga.
Tetap Fokus pada Aspirasi Sumbar
Kini, sebagai Ketua Koordinator Pemenangan Pemilu NasDem di Sumbar, Lisda kembali fokus pada tugas utamanya. Ia memastikan energinya tetap tercurah untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Sumatera Barat, membuktikan bahwa kesetiaan pada partai adalah bentuk tanggung jawabnya pada ribuan pemilih yang telah mempercayainya.
Sumber: Bandasapuluah – “Di Hadapan Surya Paloh, Lisda Hendrajoni Tegaskan Tetap Bersama Partai NasDem”








