DOKTER CANTIK MELAWAN BELENGGU PENJAJAH DAN WABAH ‼️

Reporter : Gombloh

Jakarta . jelajahpenanews.com — Di balik gemuruh pekik merdeka dan kibaran Sang Saka, perjuangan bangsa ini tidak hanya berlangsung di medan laga dengan bambu runcing. Di garis depan kemanusiaan, di tengah kepungan wabah yang merenggut nyawa rakyat kecil, berdiri tegak sesosok perempuan visioner yang tangannya tidak hanya memegang stetoskop, tetapi memegang teguh marwah kedaulatan bangsa. Beliau adalah Dra. dr. Sulianti Saroso, pejuang kesehatan masyarakat yang mewakafkan seluruh hidupnya demi tegaknya keadilan medis di bumi Nusantara.

Melawan Belenggu Penjajahan dan Penyakit‼️
Lahir di Karangasem, Bali, pada 10 Mei 1917, Sulianti tumbuh saat akses kesehatan menjadi kemewahan yang hanya dimiliki kaum ningrat kolonial. Dengan jiwa yang memberontak terhadap ketidakadilan, ia mematahkan sekat tersebut. Baginya, setiap tarikan nafas rakyat jelata berhak atas kesembuhan yang sama.

Lulus dari kawah candradimuka STOVIA, Sulianti tidak memilih kenyamanan ruang praktik yang eksklusif. Saat ibu pertiwi dikepung jelaga pes, malaria, dan kolera, ia terjun langsung ke barak pengungsian dan pelosok desa yang terlupakan.

“Dokter tidak lahir untuk duduk manis, tetapi untuk melihat derita rakyat dan mengobatinya!” Seruan yang tercatat dalam arsip 1953 ini menjadi bukti bahwa sumpah dokternya adalah sumpah setia pada kedaulatan rakyat.

Arsitek Benteng Kesehatan Nasional‼️
Pasca-kemerdekaan, saat Indonesia masih seumur jagung dan rentan terhadap epidemi, Sulianti berdiri sebagai panglima dalam perang melawan penyakit menular. Sebagai Direktur Pencegahan Penyakit Menular, ia menyusun strategi besar yang hingga kini menjadi pondasi keselamatan bangsa:

Penyapu Wabah: Memimpin pasukan tenaga semprot DDT untuk memutus rantai malaria di pelosok negeri.

Fondasi Generasi: Merancang Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) agar anak-anak bangsa lahir kuat dan berdaulat.

Perintis KB: Menjadi pionir kebijakan Keluarga Berencana demi kesejahteraan masa depan keluarga Indonesia.

Diplomat Kesehatan: Ketegasannya diakui dunia, membawa nama harum Indonesia hingga ke podium tertinggi WHO sebagai konsultan ahli bagi Asia Tenggara.

Membangun Benteng Nasional Melawan Penyakit‼️
Puncak pengabdiannya menjelma menjadi sebuah simbol ketangguhan: RSPI Sulianti Saroso. Rumah sakit ini bukan sekadar bangunan beton, melainkan monumen perlawanan seorang perempuan yang percaya bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada belas kasihan bangsa lain dalam menghadapi wabah. Kita harus mandiri, kita harus berdaulat!

Dikenal dengan disiplin baja dan tanpa kompromi terhadap kelalaian pelayanan publik, Sulianti adalah perpaduan antara kecerdasan intelektual dan kasih sayang seorang ibu bagi rakyat desa yang rentan. Ia adalah benteng terakhir saat krisis melanda.

Warisan Abadi Sang Pejuang‼️
Gajah mati meninggalkan gading, Dokter Sulianti wafat pada 29 November 1991 meninggalkan sistem kesehatan yang menyalamatkan jutaan nyawa. Semangatnya terus berdenyut di setiap Puskesmas, di setiap tetes vaksin yang masuk ke tubuh anak bangsa, dan di setiap pusat penelitian penyakit menular di Nusantara.

Dokter Sulianti Saroso adalah Pahlawan Kemanusiaan. Beliau membuktikan bahwa mencintai tanah air berarti memastikan setiap rakyatnya sehat untuk mengisi kemerdekaan. Bangsa ini bersujud syukur atas pengabdianmu, sang penyelamat nyawa rakyat Indonesia!

Hormat Kami untuk Sang Srikandi Medis!

sejarah #cerita #ceritasejarah #pahlawannasional #viral #indonesia

Bagikan