Ijazah Damar Agung Akhirnya Terbit Setelah Mediasi Humanis di SD Hasyim Asy’ari

Reporter : mince

Oplus_131072

Surabaya, JelajahPenaNews.com – Sebuah permasalahan penahanan ijazah siswa terjadi di SD Hasyim Asy’ari, Sido kapasan gang 10 Surabaya, yang dialami oleh Damar Agung. Orang tua siswa tersebut mengeluhkan bahwa ijazah anaknya belum dapat diambil karena adanya tunggakan biaya sekolah sebesar Rp800.000. Keluhan ini disampaikan kepada pengurus partai PDIP wilayah Kecamatan Simokerto dan Kelurahan Tambak Rejo melalui seorang pengurus PDIP bernama Krisna.

Peristiwa ini terjadi pada hari Senin, 5 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Lokasi kejadian berada di wilayah Simo Kerto, tepatnya di kawasan Sido Kapasan, Surabaya. Orang tua Damar Agung mendatangi pihak terkait dengan harapan mendapatkan solusi atas permasalahan ijazah yang tertahan.

Alasan utama ijazah Damar Agung ditahan adalah karena adanya tunggakan biaya sekolah atau SPP yang belum terbayarkan. Orang tua Damar Agung mengaku tidak mampu melunasi tunggakan tersebut karena keterbatasan ekonomi, sehingga berharap adanya kebijakan atau keringanan dari pihak sekolah.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, Krisna kemudian menemui Kepala Sekolah SD Hasyim Asy’ari untuk menyampaikan kondisi dan kesulitan yang dialami oleh orang tua Damar Agung. Dalam pertemuan tersebut, Krisna menjelaskan secara langsung bahwa orang tua siswa benar-benar tidak mampu membayar tunggakan SPP yang dimaksud.

Setelah mendengarkan penjelasan dan mempertimbangkan kondisi keluarga siswa, Kepala Sekolah SD Hasyim Asy’ari akhirnya menunjukkan sikap bijaksana dan humanis. Pihak sekolah menyetujui untuk mengeluarkan ijazah atas nama Damar Agung meskipun tunggakan biaya belum sepenuhnya dilunasi.

Orang tua Damar Agung pun merasa sangat bersyukur dan bahagia atas keputusan tersebut. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Sekolah SD Hasyim Asy’ari atas bantuan dan kepedulian yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih karena ijazah anak kami akhirnya bisa keluar,” ujar orang tua Damar Agung, Pak satroli dengan penuh haru.

Bagikan