Jakarta, JelajahPenaNews.com – Prabowo pernah gegerkan warga Netizen. Pasalnya, Prabowo menolak bantuan asing sampai dihujat netizen.
Keputusan Prabowo itu bukan tanpa alasan.
Prabowo belajar dari pengalaman. Pada waktu Tsunami Aceh. Saat itu, Australia mengirim bantuan yang luar biasa banyaknya. Beberapa tahun kemudian, Australia meminta 5 orang gembong narkoba warga Australia agar tidak dihukum mati dengan mengungkit bantuan itu.
Dalam konteks itu, ternyata bantuan asing tak selamanya murni, terkadang membutuhkan timbal balik dan mungkin akan menguatkan posisi koruptor dan mafia yang menjarah kekayaan alam indonesia.
Dasar Itulah kenapa Presiden Prabowo dengan tegas menolak bantuan Asing.
Dengan langkah tegap dan optimis, Prabowo memutuskan Penanganan Bencana dilakukan dengan kekuatan bangsa sendiri.
Dan sikap itu tak perlu diragukan. Mengapa?
Karena Prabowo adalah Pemimpin yang mampu menggerakkan bukan pemimpin yang digerakkan.
Prabowo pemimpin yang bisa mengendalikan, bukan pemimpin yang dikendalikan.
Tak perlu status Bencana Nasional karena penanganannya sudah Berskala Nasional.
Strategi Presiden Prabowo Subianto hebat.
Konsisten menggerakkan komponen Bangsa dan optimis mampu mengatasi bencana dalam negerinya sendiri tanpa bantuan pihak luar.
Dengan tidak diterbitkannya status bencana nasional, alhamdulillah solidaritas nasional terbentuk, persatuan dan kesatuan indonesia semakin kokoh.
Mungkin ini langkah-langkah yang membuat Negara kita bisa di pandang mandiri dalam berbagai hal dan di segala aspek kehidupan bermasyarakat, sehingga bisa mempererat hubungan dan terjalin kebersamaan kepedulian sesama dalam hidup berbangsa dan bernegara.
Banyak pihak mengatakan jika penanganan bencana Aceh, Sumut, Sumbar adalah tercepat sepanjang sejarah.
Ini bukti bahwa Presiden Prabowo mampu menggerakan semua kekuatan dan mengendalikan situasi.
Faktanya, Presiden aktif monitor dan turun menemui masyarakat, melihat kondisi sampai masa rehabilitasi.
Dan dipenghujung akhir tahun 2025, Presiden Prabowo rela menutup tahun baru 2025 dan menyambut tahun baru 2026 dilokasi bencana.
Setelah mendapatkan instruksi Presiden, TNI, Polri, Kementerian, Pemda, Masyarakat, dan Relawan kompak bersatu, bersinergi, penuh semangat gotong royong di 3 Provinsi (Aceh, Sumut, Sumbar).
Penanganan Bencana ini dapat menjadi contoh bahwa dengan semangat persatuan dan gotong royong kita bisa selesaikan masalah dalam negeri sendiri.
Dan silakan publik menyaksikan apa yang dilakukan para pejuang bencana Aceh, Sumut, Sumbar. Semua ada di media sosial, semua pihak terkait yang bekerja keras punya data, video, foto, terkait apa yang sedang dan sudah dilakukan.
Mari kita dukung Pemerintahan Prabowo Gibran.
Hanya dengan persatuan dan kesatuan Indonesia maju, kokoh, hidup damai, rukun dalam perbedaan.







