Lamongan, Jelajahpenanews.com – Suasana pedesaan yang tenang dan asri menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk melepas penat sebelum memulai aktivitas. Di tengah hamparan sawah yang hijau, berdiri sebuah warung sederhana yang dikenal dengan sebutan Warung Tengah Sawah (WTS). Warung kopi ini menjadi tempat favorit para remaja maupun petani untuk berkumpul dan menikmati secangkir kopi hangat.
Warung yang terletak di wilayah Dukuh Mojomeneng, Desa Pading, kecamatan pucuk lamongan,
ini setiap hari ramai dikunjungi warga. Para petani biasanya mampir terlebih dahulu sebelum berangkat ke sawah untuk bercocok tanam. Sambil menyeruput kopi, mereka berbincang santai dan menikmati udara pagi yang segar dengan pemandangan alam pedesaan yang menenangkan.

Pemilik warung, Satria, dikenal sebagai sosok yang ramah kepada setiap pengunjung. Ia kerap mengaduk kopi sambil bercengkerama dengan para pelanggan. Suasana akrab dan sederhana inilah yang membuat warung tersebut terasa hangat dan nyaman bagi siapa saja yang datang.
Selain menjadi tempat ngopi dan cangkruk, lokasi warung ini juga memiliki daya tarik lain. Di samping warung terdapat tempat hiburan pemancingan di Waduk Embong Gempol Pading. Banyak pengunjung yang datang tidak hanya untuk menikmati kopi, tetapi juga untuk memancing sambil menikmati suasana alam yang masih alami.
Warung Tengah Sawah ini mulai buka sejak pukul 04.00 pagi hingga pukul 18.00 sore. Sejak subuh, warung sudah dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati kopi sebelum memulai aktivitas. Tidak hanya para petani, para remaja hingga warga sekitar juga kerap menjadikan tempat ini sebagai lokasi berkumpul dan bersantai.
Dengan suasana pedesaan yang indah, keramahan pemilik warung, serta lokasi yang dekat dengan tempat pemancingan, Warung Tengah Sawah (WTS) kini menjadi salah satu tempat cangkrukan favorit bagi tua maupun muda di wilayah tersebut. Warung sederhana di tengah sawah ini menjadi bukti bahwa kehangatan kebersamaan seringkali lahir dari tempat yang paling sederhana.








