PETRUK : ” Pernah jadi Raja sakti bergelar Prabu Welgeduwelbeh mengambil alih pusaka Jamus Kalimasada”

Reporter : karjoko



‎JAKARTA. Jelajahpenanews. Com – Selasa (3/3/2026) , Petruk adalah tokoh punakawan Jawa, anak angkat Semar, bertubuh tinggi-panjang, berhidung mancung, dan bijak namun jenaka. Kisah terkenalnya, “Petruk Dadi Ratu” (Petruk Menjadi Raja), mengisahkan Petruk yang mengambil alih pusaka Jamus Kalimasada dan menjadi raja sakti bergelar Prabu Welgeduwelbeh di Kerajaan Lojitengara, sebelum akhirnya kembali menjadi rakyat biasa.


‎Petruk adalah anak dari Gandarwa Rajabali, kemudian diangkat anak oleh Semar. Nama aslinya adalah Bambang Pecruk Panyukilan.


‎Filosofi nama Petruk berasal dari bahasa Arab fatruk (tinggalkanlah), merujuk pada meninggalkan perkara duniawi yang dilarang, sering dijuluki “Kanthong Bolong” (kantong berlubang) karena sifatnya yang dermawan, suka memberi, dan tidak menyimpan harta.


‎Ciri fisik Petruk, hidung panjang, tubuh tinggi langsing, tangan dan kaki panjang, wajah tertawa. Melambangkan bahwa manusia harus berpikir panjang dan sabar.


‎Kisah Legendaris,  Petruk Dadi Ratu (Petruk Menjadi Raja)

‎Lakon ini adalah kritik sosial dan politik dalam bentuk komedi,

‎Pencurian Pusaka  Dewi Mustakaweni dari Kerajaan Imantaka mencuri pusaka Jamus Kalimasada milik Pandawa.


‎Petruk mengambil alih,, dalam kekacauan, Petruk berhasil merebut kembali Kalimasada dari Mustakaweni. Karena kekuatan pusaka tersebut, Petruk mendirikan kerajaan sendiri bernama Lojitengara.


‎Petruk menjadi raja bergelar Prabu Welgeduwelbeh. Ia digambarkan sebagai raja yang impulsif dan bodoh, menyoroti kritik terhadap pemimpin yang tidak kompeten.


‎Konflik dan Akhir : 

‎Petruk Welgeduwelbeh sempat bertarung dengan raja-raja lain, termasuk kakaknya sendiri, Nala Gareng (Prabu Pandupragola). Cerita berakhir ketika Bagong menyadarkan Petruk, dan ia mengembalikan Jamus Kalimasada kepada Pandawa, kembali menjadi punakawan.


Bagikan