Pengingat Bagi Kita Semua Warisan Jadi Rebutan, Makam Ibu Terlupakan

Reporter: Ali Wafi

Lamongan, Jelajahpenanews.com — Fenomena perebutan harta warisan kembali menyisakan ironi di tengah keluarga. Ketika harta dunia menjadi pusat perhatian, kepedulian terhadap orang tua—bahkan setelah wafat—justru memudar. Sebuah kisah nyata di Lamongan memperlihatkan kontras yang menyentuh hati: warisan diperebutkan, namun makam ibu kandung dibiarkan tak terurus, dipenuhi rumput liar tanpa perhatian.

Peristiwa ini menjadi cermin bahwa kemuliaan manusia tidak diukur dari kepintaran semata, melainkan dari keikhlasan dan pemahaman yang benar terhadap ajaran agama. Fakta di lapangan menunjukkan, ada yang tampak pandai dan memahami ilmu agama, namun menjual dua rumah saat ibunya masih hidup tanpa musyawarah dan tanpa memberi tahu saudara-saudaranya. Setelah sang ibu wafat, harta peninggalan seolah dikuasai sepihak, meninggalkan luka dalam keluarga.

Lebih menyedihkan lagi, kondisi makam sang ibu terlihat terbengkalai. Rumput liar menutup hampir seluruh bagian makam, seakan menjadi saksi bisu pudarnya bakti seorang anak. Padahal, dalam nilai kemanusiaan dan ajaran agama, memuliakan orang tua tidak berhenti saat mereka meninggal, melainkan terus hidup melalui doa dan perhatian terhadap makamnya.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi kita semua: keserakahan duniawi hanya akan menutup hati nurani. Kepintaran tanpa keikhlasan dan akhlak tidak akan membawa kemuliaan. Harta bisa dicari, namun ridha orang tua dan keberkahan hidup tidak dapat digantikan.

Doa pun terlantun, semoga Allah memberi kesadaran kepada siapa pun yang terlena oleh harta dunia, melembutkan hati yang keras karena keserakahan, serta mengampuni ahli kubur dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.

Bagikan