New York. Jelajahpenanews. Com – Duta Besar Israel untuk United Nations, Danny Danon, memberikan tanggapan atas pertanyaan terkait kepemilikan senjata nuklir Israel dalam sebuah sesi tanya jawab di markas PBB.
Pertanyaan tersebut menyoroti alasan Israel dinilai memiliki hak atas senjata nuklir, sementara negara-negara lain di kawasan Timur Tengah tidak memperoleh perlakuan serupa.
Menanggapi hal itu, Danon tidak secara langsung mengonfirmasi maupun membantah kepemilikan senjata nuklir oleh Israel. Ia justru mengalihkan fokus pada peran negaranya di kawasan.
“Seseorang seharusnya bertanya pada dirinya sendiri tentang setiap bangsa—siapa yang membawa stabilitas ke kawasan ini, dan siapa yang membawa kekacauan? Israel adalah kekuatan penyeimbang di kawasan tersebut. Kami menginginkan perdamaian,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan diplomatik Israel yang selama ini dikenal dengan kebijakan ambigu terkait kepemilikan senjata nuklir, atau yang sering disebut sebagai “nuclear opacity”.
Di tingkat internasional, isu nuklir Israel memang kerap menjadi perdebatan. Israel diketahui tidak menjadi bagian dari Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons, berbeda dengan sebagian besar negara lain.
Sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk Iran, berulang kali mengkritik apa yang mereka anggap sebagai standar ganda dalam penerapan kebijakan non-proliferasi nuklir.
Meski demikian, dalam forum-forum internasional seperti PBB, perwakilan Israel umumnya menekankan narasi keamanan dan stabilitas regional sebagai dasar kebijakan pertahanan mereka.








