WASHINGTON D.C. Jelajahpenanews. Com – Eskalasi konflik di Timur Tengah mengambil tikungan tajam. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan resmi menunda ancaman serangan “pemusnahan” terhadap infrastruktur energi Iran. Langkah ini diambil setelah Teheran mengeluarkan ancaman balasan yang bisa melumpuhkan seluruh negara Teluk dalam hitungan hari.
* Pabrik Desalinasi Jadi Target Iran secara spesifik mengincar fasilitas desalinasi (pengolahan air laut) di negara-negara Arab sekutu AS. Arab Saudi, UEA, dan Kuwait bergantung hingga 90% pada fasilitas ini untuk air minum. Serangan Iran diprediksi akan memicu keruntuhan sosial dan ekonomi total di kawasan tersebut hanya dalam waktu singkat.
* Trump mengonfirmasi melalui media sosial bahwa ia memperpanjang tenggat waktu (deadline) bagi Iran selama 5 hari, sembari mengklaim adanya “pembicaraan produktif”. Namun, banyak pihak menilai ini adalah cara Washington untuk “mundur secara halus” guna menghindari bencana kemanusiaan di negara-negara sekutu.
*Laporan menyebutkan negara-negara Teluk sendiri yang mendesak Washington untuk meredam api peperangan, sebuah situasi yang disebut para pengamat sebagai tamparan diplomatik bagi AS.








