SURABAYA. Jelajahpenanews . Com — SMP Negeri 6 Surabaya sukses menyelenggarakan Gelar Karya Kokurikuler pada Senin–Selasa, 14–15 September 2026. Acara puncak sekolah ini menjadi perayaan meriah yang menampilkan hasil karya, proyek, dan unjuk kreativitas seluruh siswa, merangkum kegiatan pembelajaran di luar jam inti kelas untuk menguatkan pemahaman materi, melatih kerja sama, rasa percaya diri, kepemimpinan, serta mengukur ketercapaian penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Negeri 6 Surabaya, Drs. Atim Surahman, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi tinggi kreativitas serta kerja keras para siswa dan guru pendamping dalam menghasilkan karya-karya inovatif.
Kelas VII: TUMBUH! Amati Alam, Ciptakan Manfaat
Kelas VII mengangkat tema “TUMBUH! Amati Alam, Ciptakan Manfaat” dengan fokus pada produk ramah lingkungan berbasis pengamatan alam. Proyek ini dimulai jauh sebelum puncak acara, di mana para siswa belajar langsung dari alam melalui proses menanam kecambah, merawatnya dengan penuh ketekunan, hingga akhirnya memanen hasil kerja keras mereka. Dari panen tersebut, siswa mengolah kecambah segar menjadi berbagai produk makanan olahan yang lezat, bergizi, dan higienis. Pengalaman ini tidak hanya melatih kemandirian dan kerja sama tim, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Puncak kegiatan diwarnai dengan kemeriahan bazar sekolah, di mana para siswa dengan antusias menjajakan aneka produk makanan berbahan dasar kecambah buatan mereka kepada para guru, orang tua, dan teman-teman sesama siswa.
Penampilan perkusi klas VIII G SMPN 6 Surabaya
Kelas VIII: BERKARYA! Eksplorasi Seni, Ciptakan Karya
Kelas VIII mengusung tema “BERKARYA! Eksplorasi Seni, Ciptakan Karya” melalui pameran seni rupa dan pertunjukan kreatif. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan apresiasi seni melalui berbagai proses eksplorasi mendalam yang dilatih secara kolaboratif bersama guru dan teman sebaya.
Para siswa menampilkan ragam karya seni yang kaya warna dan budaya: mulai dari alunan ritmis permainan perkusi, keindahan corak kain batik jumputan hasil karya tangan sendiri, hingga goresan seni rupa berupa gambar pemandangan lingkungan sekolah yang detail dan estetik. Puncak acara semakin meriah dengan pergelaran tari kreasi Nusantara yang dibawakan secara apik dan penuh energi. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya mampu melestarikan seni dan budaya bangsa, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, kreatif, serta memiliki jiwa seni yang tinggi.
Wali Kelas VIII G, Lena Sucianita Muntiari, S.Pd., turut mendampingi siswanya baik saat latihan maupun saat pentas. Beliau menyampaikan pesan agar para siswa memaksimalkan potensi diri. “Kalian saat pentas harus maksimal dan tunjukkan kemampuan kalian,” ujarnya saat mendampingi proses latihan perkusi kelas VIII G.
Sementara itu, Sawitri Nilaswari, M.Psi., Psikolog, selaku orang tua murid Kelas VIII G, mengaku sangat senang mengikuti proses acara ini. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan lebih dari sekadar pendidikan pada umumnya dan memungkinkan anak-anak memunculkan kreativitas masing-masing. “Anak-anak kalau diajari bermusik dengan santai malah punya keberanian berekspresi dan bisa menunjukkan potensinya,” ungkapnya.
Kelas IX: TEMUKAN! Teliti Masalah, Ciptakan Solusi
Kelas IX menampilkan tema “TEMUKAN! Teliti Masalah, Ciptakan Solusi” berupa purwarupa dan pemecahan masalah ilmiah. Para siswa diajak untuk mempertajam kepekaan sosial dan ilmiah dengan mengamati, meneliti, serta mengkaji berbagai permasalahan nyata di lingkungan sekitar guna merumuskan solusi yang inovatif dan aplikatif.
Seluruh ruang kelas disulap menjadi pusat pameran riset yang meriah dan edukatif. Di setiap kelas, para siswa mendirikan stan kreatif yang menampilkan laporan penelitian, media visual interaktif, serta prototipe solusi dari berbagai isu yang telah mereka teliti secara mendalam dan sistematis. Melalui presentasi terbuka, para pengunjung dapat berinteraksi langsung dan melihat hasil kerja keras para siswa. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk peserta didik menjadi generasi pemecah masalah yang kritis, mandiri, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Penutup
Seluruh rangkaian Gelar Karya Kokurikuler ini juga dimeriahkan dengan pameran produk hasil karya daur ulang dan olahan herbal, serta pagelaran seni budaya. Melalui penyelenggaraan acara ini, SMP Negeri 6 Surabaya berharap para siswa dapat terus mengasah karakter, jiwa seni, kepekaan sosial, serta kemampuan berpikir kritis — menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam mencetak generasi muda yang cerdas, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Sumber Web SMPN 6 Surabaya








