TERNYATA INI ALASAN PROYEK GAS RAKSASA SENILAI RP339 TRILIUN INI AKHIRNYA JALAN LAGI SETELAH MANGKRAK PULUHAN TAHUN

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. COM – Setelah tertunda selama puluhan tahun, Proyek Abadi Masela akhirnya memasuki babak baru. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek ladang gas raksasa di Blok Masela, Maluku, ini akan segera memasuki tahap konstruksi pada 2027.

Bahlil menyampaikan hal ini saat memberikan keynote speech dalam acara Kajian Tengah Tahun INDEF (KTT-INDEF), Kamis, 25 Juni 2026. Proyek yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) ini bukan proyek kecil. Nilainya mencapai sekitar USD20 miliar, atau setara Rp339 triliun dengan kurs Rp16.900 per dolar AS, menjadikannya salah satu proyek energi terbesar yang sedang didorong pemerintah saat ini.

Cerita di balik proyek ini cukup panjang. Blok Abadi Masela memang sudah lama dikenal sebagai salah satu cadangan gas bumi terbesar yang dimiliki Indonesia, tapi pengembangannya tak pernah benar-benar tuntas selama berpuluh-puluh tahun. Bahlil sendiri mengakui betapa lamanya proyek ini terkatung-katung, dan menegaskan bahwa pemerintah sudah meminta INPEX selaku operator untuk segera melanjutkan pengembangan setelah seluruh keputusan dan kajian rampung. Kabar baiknya, sejumlah tahapan krusial kini sudah menunjukkan kemajuan nyata, termasuk proses Front End Engineering and Design (FEED) yang menjadi syarat penting sebelum konstruksi dimulai.

Momentum percepatan ini tidak datang begitu saja. Sebelumnya, dalam kunjungan kenegaraan bersama Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada Maret 2026, Bahlil mendapat arahan langsung untuk mempercepat dua agenda utama, yaitu investasi transisi energi dan penyelesaian proyek strategis Blok Masela. Menindaklanjuti arahan tersebut, Bahlil kemudian mengundang CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, untuk membahas langkah percepatan pengembangan blok ini. Dalam pertemuan itu, Ueda menyampaikan komitmen INPEX untuk terus mengejar penyelesaian Proyek Abadi Masela sesuai target.

Jika semua berjalan sesuai rencana, proyek ini ditargetkan mulai berproduksi pada periode 2029 hingga 2030. Bahlil menyebut pencapaian ini akan menjadikan Abadi Masela salah satu proyek gas raksasa terbesar yang pernah dimiliki Indonesia, sekaligus langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah kebutuhan pasokan gas yang terus meningkat.

Percepatan proyek sebesar ini tentu menarik untuk diikuti, mengingat dampaknya yang bisa dirasakan tidak hanya untuk sektor energi, tapi juga untuk pertumbuhan ekonomi nasional secara lebih luas dalam beberapa tahun ke depan.

AbadiMasela #BlokMasela #KetahananEnergi #ESDM #InfoNasional

Bagikan