Surabaya. jelajahpenanews.com -Pasangan lansia itu mengalami kecelakaan setelah sepeda motor yang mereka tumpangi terperosok ke dalam lubang proyek gorong-gorong di Jalan Margorejo Indah, Wonocolo, Surabaya, tepat di sisi barat Mal Plaza Marina pada Jumat (12/6) malam.
Akibat insiden tersebut, LE mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi setelah diperiksa tim medis.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RS Bhayangkara Surabaya.
Di rumah sakit, Edy tampak setia menemani jasad istrinya. Dia duduk di samping ranjang tempat sang istri dibaringkan sambil memandangi wajah perempuan yang telah mendampinginya selama puluhan tahun.
Edy mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa istrinya pergi begitu cepat.
Menurut dia, sebelum kecelakaan terjadi, keduanya sempat berbincang santai sepanjang perjalanan sepulang kontrol kesehatan rutin di RS Islam Jemursari Surabaya, bahkan salah satu topik yang dibahas adalah soal usia dan kematian.
“Ngomong-ngomong kami sudah tua. Terus bicara, yang meninggal duluan siapa, kamu atau saya,” kata Edy mengenang percakapan terakhir bersama istrinya.
Dia menilai sang istri merupakan sosok yang baik dan tidak pernah memiliki masalah dengan orang lain.
“Istri sangat baik. Enggak pernah punya musuh sama orang,” ujarnya.
Edy mengatakan kecelakaan terjadi saat dirinya mengendarai Honda Supra X dengan kecepatan rendah, sekitar 30 kilometer per jam. Saat melintas di lokasi kejadian, dia mengaku tidak melihat adanya lubang proyek di tengah jalan.
“Gelap. Enggak ada petugas. Saya lurus saja, tiba-tiba langsung jatuh,” tuturnya.
Setelah terjatuh, tubuh Edy sempat tertindih sepeda motor sehingga kesulitan bergerak. Dalam kondisi panik, dia terus mencari keberadaan istrinya.
“Saya cari istri saya. Saya panggil-panggil. Ternyata kendaraan ada di atas saya,” katanya.
Saat dievakuasi warga, LE ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah diduga membentur beton di dalam lubang proyek.
Meski sempat mendapatkan penanganan medis, nyawa korban tidak tertolong.
Edy menduga kecelakaan itu terjadi karena minimnya pengamanan di sekitar proyek. Menurutnya, tidak ada petugas yang berjaga dan penanda proyek juga sulit terlihat pada malam hari.
“Mestinya ada pembatas atau petugas yang jaga. Kalau ada penanda yang jelas mungkin tidak sampai seperti ini,” ucapnya.
Dia berharap pihak terkait meningkatkan pengamanan proyek jalan agar kejadian serupa tidak kembali menelan korban jiwa.
“Sebaiknya dipasang pembatas yang jelas dan ada yang menjaga, supaya pengendara tidak sampai nyelonong masuk ke dalam,” pungkasnya. (jpnn)








