Para Investor Dapur MBG Marah dikantor BGN Pusat.

Red JPN


‎Jakarta. jelajahpenanews. COM – Ngeri betul lihat investor dapur MBG ngamuk di kantor BGN Pusat. Ada yang kayak kerasukan setan. Berteriak-teriak, tidak jelas lagi apa yang dikatakannya. Yang agak jelas terdengar, “ia minta negara hadir!” Hadir tentu untuk memberinya uang.


‎Begitulah, kalau orang kaya (investor) marah. Siapa pun berani ia lawan. Petugas (aparat) tidak ada artinya. Semua dilabrak. Tak peduli kamera. Tanggung berendam, hantam. Apalagi tak ada kamera. Orang tak bersalah pun, bisa ia injak-injak.


‎Yang marah-marah itu, agaknya investor yang terlambat. Baru tahu setelah investor lainnya balik modal dan untung besar. Orang sudah jalan, ia baru mulai. Saat mulai, masalah terbongkar. Akhirnya, dihentikan sementara. Terbayang akan rugi besar.


‎Tak ada orang yang bersimpati melihat investor dapur MBG itu ngamuk kesetanan. Yang senang dan tertawa, banyak. Jadi bahan olok-olokan. Penerima manfaat tenang-tenang saja, kok malah investornya yang ngamuk. Aneh bin ajaib.


‎Berarti, memang tak ada yang baik, benar, tulus, ikhlas, dan jujur, seperti dikatakan Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, usai dilantik, didampingi Agustina Arumsari dan Trenggono, Wakil Kepala BGN. Yang dilihat para Investor hanyalah cuan.


‎Ini baru investor dapur MBG yang ngamuk. Kita sudah ngeri melihatnya. Bagaimana lagi kalau investor negara ini yang ngamuk? Tak hanya kita, Kepala Negara pun bisa ngeri. Kalau tak kuat-kuat, bisa jatuh, terguling. Sudah banyak buktinya.


‎Anehnya, kita justru bersimpati terhadap investor negara yang sedang ngamuk karena aliran cuannya distop ketimbang kepala negara yang berpihak kepada kita? Investor negara ini sering disebut cukong atau oligarki. Mereka sedang gamuk dan entah sampai kapan akan berhenti?


Bagikan