Malaysia. Jelajahpenanews. Com – Ketika Pengusaha Malaysia Bergotong Royong, Indonesia Masih Sibuk dengan BirokrasiDi balik kemegahan Malaysia Highest Flower Exhibition tersimpan fakta menarik mengenai cara penyelenggara membiayai acara tersebut secara gotong royong.
Ketua penyelenggara, Au Yong Kien Chung, salah satu tokoh bisnis terkemuka di Sarawak, menggandeng sejumlah pengusaha di Genting Highland untuk bersama-sama mendukung penyelenggaraan pameran.
Biaya penyelenggaraan tidak kecil. Panitia secara profesional memberikan fasilitas transportasi untukj ko 1an tiket pesawat pergi – pulang (PP) bagi setiap tim yang terdiri atas 4 orang.
Utusan dari Indonesia terdiri dari 4 orang memperoleh tiket Pulang Pergi dari Juanda Surabaya ke Kuala Lumpur senilai Rp 7 juta per orang. Dua orang berangkat dari Banjarmasin dengan biaya yang sama.Aku dia.
Panitia juga menanggung penginapan di hotel Restort Wold Awana dengan tarif termurah 420 Ringgit atau setara Rp 1.6 juta per hari. Konsumsi per orang sendiri ya tiga kali, 120 Ringgit dengan kurs Rp 1.600.
Selain fasilitas transportasi, akomodasi, panitia juga mengganti beaya pembuatan display senilai 8.000 Ringgit serta hadiah bagi para pemenang.
Untuk kategori display besar berukuran 8 x 4 meter, juara pertama memperoleh hadiah 6.000 Ringgit Malaysia. Jika sekaligus meraih gelar The Best Show, hadiah meningkat ditambah 8.000 Ringgit. Indonesia sebagai juara kedua menerima 4.000 Ringgit, sementara juara ketiga Malaysia memperoleh 2.000 Ringgit.
Menurut Prof. Madya Dr. Manoar Mariapan, pakar ekowisata Malaysia, penyelenggaraan event seperti ini memiliki dampak ekonomi yang sangat besar.
Berkat promosi yang dilakukan panitia dan pelaksanaan yang bertepatan dengan musim liburan panjang, tingkat kunjungan wisatawan ke Genting Highland meningkat signifikan.
“Hotel-hotel penuh. Banyak yang bahkan menolak tamu karena kamar habis. Pusat perbelanjaan juga ramai. Inilah fungsi sebuah event yang mampu menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.
Malaysia sendiri sedang berupaya membangun citra baru Genting Highland yang selama ini lebih dikenal sebagai kota hiburan dan perjudian menjadi destinasi wisata bunga internasional.
Jika target penyelenggara tercapai, Genting Highland akan menjadi tuan rumah pameran yang lebih besar lagi pada 2028 dengan melibatkan sekitar 28 negara dalam forum EPOC. (Kim)








