PNIB : Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Ideologi Bangsa Penjaga dari serangan Ideologi Khilafah Terorisme yang Bukan Omon Omon

Reporter: Ali Wafi

Surabaya, Jelajahpenanews.com – 01 Juni 2026
Para pendiri bangsa membangun negara bernama Indonesia melalui proses yang panjang. Dimulai dari meletakkan pondasi bangsa bernama Pancasila yang akhirnya melahirkan UUD 45, ujar Ketua Umum PNIB AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal).

Kedua produk konstitusi itulah yang kini menjadi penjaga persatuan, kesatuan dan hukum yang mengatur segala sendi kehidupan bangsa.

“Peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni tahun ini menjadi penegasan bahwa derasnya serangan ideologi asing namun kita masih berdiri sebagai bangsa karena masih punya ideologi Pancasila. Tanpa ideologi dasar negara Pancasila, negara sudah bubar kemarin saat diserang ideologi Wahabi khilafah Terorisme dan dari kelompok sarabpatigenah.” jelas AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) Ketua Umum PNIB kepada awak media yang meminta pendapatanya.

Memahami Pancasila menurut Gus Wal tidak hanya menghafal kelima silanya. Namun mengamalkan satu persatu silanya sebagai pegangan berpikir, bergerak dan bertindak.

“Kalau hanya menghafal Pancasila itu kewajiban murid Sekolah Dasar. Mengamalkan dan mengejawentahkan menjadi persyaratan melanjutkan hidup di negara Indonesia. 5 sila yang menjadi satu kesatuan tidak bisa dipisahkan. Hanya berpegang sila pertama tapi mengabaikan 4 sila lainnya. Atau mau menerima sila keempat namun mengabaikan sila ketiga” lanjut Gus Wal.

Merefleksikan kembali Pancasila tahun ini menurut Gus Wal menjadi bahan introspeksi untuk kehidupan bermasyarakat berbangsa bernegara kedepannya. Krisis multidimensi yang terjadi salah satu penyebabnya karena kita meninggalkan filosofi Pancasila.

“Pelaku korupsi, arogansi, intoleransi, khilafah radikalisme terorisme sudah pasti dilakukan atas dasar ego pribadi dan kelompok. Mereka hanya hafal Pancasila, namun sesungguhnya sedang menghancurkan sendi-sendi negara. Hidup di negara Pancasila namun menggerogoti kedaulatan bangsa. Merekalah yang seharusnya diusir dari NKRI ini” imbuh Gus Wal.

Gus Wal dan PNIB menjadi satu-satunya ormas kebhinekaan lintas suku, agama dan budaya yang konsisten membumikan Pancasila, merah putih dan kebhinekaan. Tidak hanya orasi, namun berbagai aktifitas kebangsaan rutin dilakukan secara mandiri karena kesadaran, bukan pesanan.

“Dengan segala keterbatasan PNIB konsisten menggelar Ngaji Pancasila dan dialog Kebangsaan. Di saat ormas lain sibuk bertransaksi bisnis, kami dengan sukarela patungan menggelar Kirab Merah Putih. Kami tidak merasa paling Pancasilais, namun setidaknya PNIB tidak korupsi, mengintimidasi rakyat atau rebutan jabatan dan konsesi tambang” jelasnya lagi.

“Yang bisa menjaga bangsa ini bukan hanya TNI Polri, namun kita rakyat Indonesia yang peka infiltrasi ideologi asing wahabi, khilafah radikalisme terorisme menyelinap nyata di sekitar kita. Itu ancaman negara yang nyata. Pancasila Harga Mati, Merah Putih tanpa kompromi dan NKRI hebat tanpa Intoleransi, Radikalisme Khilafah Terorisme dan korupsi” Selamat hari Pancasila yang harus kita bela selamanya pungkas Gus Wal.

Bagikan