Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Bagi Anda yang tumbuh di era 80-an hingga 90-an, jargon “Dua Anak Cukup, Laki-Perempuan Sama Saja” pasti sudah sangat melekat di kepala. Di balik kesuksesan program Keluarga Berencana (KB) yang mendunia itu, ada satu nama besar yang menjadi arsiteknya: Prof. Haryono Suyono, M.A., Ph.D.
Namun, siapa sangka jika pria yang sukses mengubah peta demografi Indonesia ini memiliki kisah hidup yang luar biasa dan penuh lika-liku? Dari seorang anak pengungsian hingga dipercaya oleh tiga presiden berbeda!
Dari Supir Oplet Demi Sesuap Nasi
Lahir di Pacitan pada tahun 1938, masa kecil Haryono diwarnai ketegangan perang kemerdekaan hingga harus berpindah-pindah sekolah di pengungsian. Kecerdasannya sudah terlihat sejak dini, bahkan ia sempat naik kelas dua kali dalam setahun.
Titik balik hidupnya terjadi saat ia merantau ke Jakarta untuk kuliah di Akademi Ilmu Statistik (AIS). Demi menyambung hidup dan membiayai pendidikannya di ibu kota, Haryono tidak gengsi melakoni pekerjaan sampingan sebagai sopir oplet. Kerja keras tak mengkhianati hasil, ia lulus dengan predikat baik dan langsung meniti karier di Biro Pusat Statistik (BPS).
Menjadi Tangan Kanan 3 Presiden
Keandalannya dalam mengolah data dan menyajikan strategi komunikasi membuat kariernya melesat tajam. Setelah meraih gelar Ph.D dari University of Chicago, ia ditarik untuk memimpin BKKBN. Di sinilah ia melahirkan inovasi besar, termasuk menginisiasi lahirnya Posyandu yang kita kenal hingga hari ini.
Berkat kejeniusannya, Haryono menjadi salah satu tokoh langka yang dipercaya oleh tiga presiden sekaligus dalam kabinetnya:
Presiden Soeharto: Mengangkatnya sebagai Kepala BKKBN hingga Menteri Negara Kependudukan.
Presiden B.J. Habibie: Mempercayainya sebagai Menko Kesra dan Taskin pada Kabinet Reformasi Pembangunan.
Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Ia sempat melanjutkan pengabdian di awal masa transisi pemerintahan.
Ironi 4 Anak Sang “Bapak KB”
Ada cerita menggelitik yang sering membuat netizen salah paham. Sebagai “Bapak KB Nasional”, Haryono ternyata memiliki 4 orang anak bersama istrinya, Astuti Hasinah.
Apakah beliau tidak konsisten? Tentu tidak! Haryono selalu meluruskan sambil tersenyum bahwa anak bungsunya lahir pada tahun 1968, sedangkan program KB secara nasional baru resmi dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 1970.
Kisah hidup Prof. Haryono Suyono adalah bukti nyata bahwa keterbatasan masa kecil dan profesi awal sebagai sopir oplet bukanlah penghalang untuk menjadi tokoh besar yang mengubah sejarah bangsa.
Sumber: Wikipedia








