Bukan Akademisi Biasa! Ini Sosok Menristek Era Gus Dur yang Kini Jadi Otak Strategis di BIN dan Guru Besar 3 Matra TNI

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews . Com – Di panggung akademisi Indonesia, ada banyak profesor dan doktor hebat yang menelurkan pemikiran luar biasa dari balik meja perpustakaan. Namun, sangat jarang ada sosok ilmuwan sipil yang kepakarannya menembus barisan pertahanan nasional, hingga dipercaya menjadi perumus kebijakan taktis di lingkaran elite intelijen dan militer.

Sosok langka itu tak lain adalah Dr. Muhammad Atho’illah Shohibul Hikam, M.A., A.P.U., atau yang lebih populer dikenal di mata publik sebagai A.S. Hikam.

Lahir pada 26 April 1958, jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan peraih gelar Doktor (Ph.D.) dari University of Hawaii at Manoa, Amerika Serikat ini adalah bukti nyata bahwa kekuatan otak dan ketajaman analisis bisa menjadi senjata paling mematikan demi menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dari Menristek Andalan Gus Dur Menuju Menara Riset Nasional
Nama A.S. Hikam mencuat ke permukaan nasional pada akhir tahun 1999. Kala itu, Indonesia sedang berada di masa transisi reformasi yang penuh ketidakpastian. Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang jeli melihat kedalaman visi ilmiah Hikam, langsung menariknya masuk ke dalam Kabinet Persatuan Nasional sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek).

Sebagai Menristek, Hikam dikenal dengan pembawaannya yang tenang namun memiliki visi modern. Ia berfokus membenahi ekosistem riset nasional dan mendorong pemanfaatan teknologi lokal untuk membangkitkan ekonomi bangsa pasca-krisis ekonomi melanda tanah air. Kedekatan intelektualnya dengan Gus Dur menjadikannya salah satu menteri yang paling didengar pemikirannya.

Menjadi “Otak Strategis” di Balik Layar BIN
Setelah purna tugas dari kursi kabinet, kontribusi A.S. Hikam bagi negara tidak memudar, melainkan bergeser ke ranah yang jauh lebih sensitif dan krusial bagi keselamatan negara. Berkat keahliannya yang mendalam di bidang analisis sosial-politik dan geopolitik global, ia ditarik masuk ke dalam lingkaran Badan Intelijen Negara (BIN).

Bukan sebagai agen lapangan, melainkan menduduki posisi terhormat sebagai Penasihat Kebijakan (Policy Adviser). Di dapur strategi BIN ini, Dr. A.S. Hikam bertugas merumuskan analisis makro, membaca arah ancaman global, serta memberikan masukan-masukan taktis secara konfidensial kepada kepala lembaga intelijen demi mengamankan stabilitas nasional. Ia juga menggembleng para calon intelijen masa depan sebagai dosen di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).

Dipercaya Jadi Guru Besar di Tiga Matra TNI Sekaligus
Bukti paling sahih bahwa A.S. Hikam bukanlah akademisi biasa adalah pengakuan luar biasa dari institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sangat jarang ada tokoh berlatar belakang murni sipil yang diberikan panggung utama untuk mengajar para perwira tinggi militer.

Namun, karena kepakarannya yang di atas rata-rata, Dr. A.S. Hikam dipercaya menjadi dosen utama di pusat pendidikan komando tertinggi tiga matra TNI sekaligus:

Seskoad (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat)

Seskoal (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut)

Seskoau (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara)

Di hadapan para calon jenderal, laksamana, dan marsekal, Hikam membedah dinamika hubungan internasional, strategi pertahanan modern, hingga perang asimetris. Di sisi lain, ia juga tetap mengabdi pada dunia pendidikan umum dengan mengajar mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional di President University.

Dr. A.S. Hikam adalah potret utuh seorang begawan ilmu yang melintasi sekat antara dunia sipil dan militer. Lewat tangan dingin dan ketajaman pemikirannya, ia terus mengabdi dari balik layar demi menjaga marwah dan kedaulatan Indonesia di mata dunia.

Sumber: Wikipedia

ASHikam #MenristekGusDur #BadanIntelijenNegara #TNI #IntelektualIndonesia #BegawanPertahanan #Seskoad #Seskoal #Seskoau #Geopolitik #InspirasiBangsa #BeritaViralFB

Bagikan