Banyak yang Nggak Tahu! Dulu Dipecat Gus Dur, Gimana Caranya Cak Imin Malah Sukses Selamatkan Partai?

Red JPN

Jakarta. Jelajahpenanews. Com – Bagi generasi Z atau masyarakat awam, nama Abdul Muhaimin Iskandar—atau yang akrab disapa Cak Imin—mungkin lebih dikenal sebagai Calon Wakil Presiden di Pilpres 2024 lalu atau Menko Pemberdayaan Masyarakat saat ini. Namun, dalam lembaran sejarah politik Indonesia, Cak Imin adalah lakon utama dari salah satu kisah comeback paling luar biasa.

Banyak yang tidak tahu atau mungkin lupa, pria kelahiran Jombang ini pernah berada di titik nadir karier politiknya pada tahun 2008. Ia dipecat langsung oleh sosok paling sakral di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus gurunya sendiri: KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Lantas, bagaimana seorang politisi yang “dibuang” oleh pendiri partainya sendiri justru bisa berbalik arah, merebut kendali, dan menyelamatkan partai dari kehancuran? Ini rahasia di balik manuver politik Cak Imin yang jarang dikupas.

  1. Badai 2008: Ketika Sang Murid Didepak Sang Guru
    Hubungan Cak Imin dan Gus Dur sebenarnya sangat dekat, bahkan masih memiliki ikatan kekerabatan. Sejak kecil, Cak Imin tumbuh di bawah bimbingan Gus Dur. Namun, politik acapkali lebih tajam dari hubungan darah.

Pada Maret 2008, internal PKB bergejolak. Muncul isu bahwa Cak Imin ingin menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menggeser posisi Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro. Respons Gus Dur sangat tegas: melalui rapat internal, Cak Imin dicopot dari jabatan Ketua Umum.

Bagi banyak pengamat saat itu, pemecatan oleh Gus Dur adalah “vonis mati” bagi karier politik siapa pun di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Tanpa restu Gus Dur, seseorang dianggap akan kehilangan basis massa struktural maupun kultural.

  1. Senjata Hukum: Berperang di Atas Kertas, Bukan Opini
    Di sinilah letak titik baliknya. Ketika politisi lain mungkin akan pasrah atau membuat partai baru, Cak Imin memilih jalur yang tak terduga: melawan lewat jalur hukum.

Ia membawa sengketa kepengurusan ini ke pengadilan. Cak Imin sadar betul, di era demokrasi modern, legalitas negara (SK Kementerian Hukum dan HAM) jauh lebih kuat secara formal ketimbang klaim sepihak.

Saat faksi Gus Dur sibuk membangun opini publik, faksi Cak Imin fokus memenangkan legalitas kertas di meja hijau. Hasilnya? Mahkamah Agung (MA) memutuskan bahwa kepengurusan PKB yang sah secara hukum adalah hasil Muktamar Semarang 2005—di mana Cak Imin adalah Ketua Umumnya.

Senjata hukum inilah yang membuat faksi Cak Imin mengantongi stempel resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk ikut Pemilu.

  1. Lolos dari Lubang Jarum Parliamentary Threshold
    Ujian sesungguhnya datang pada Pemilu 2009. Pasca-wafatnya Gus Dur pada akhir 2009 dan konflik yang masih membekas, banyak pengamat memprediksi PKB akan karam. Lembaga survei meramal PKB tidak akan lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) karena ditinggalkan para loyalis Gus Dur.

Namun, Cak Imin membuktikan insting bertahannya. Ia merapatkan barisan, melakukan konsolidasi ke basis-basis pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta mengubah strategi komunikasi partai menjadi lebih pragmatis dan merangkul anak muda.

Hasilnya mengejutkan. PKB selamat dari lubang jarum dengan mengamankan 28 kursi di DPR RI. Walau suaranya turun dibanding Pemilu sebelumnya, kelolosan ini menjadi fondasi awal kebangkitan total PKB.

  1. Membawa PKB Melampaui Rekor Era Gus Dur
    Keajaiban politik Cak Imin benar-benar terlihat pada Pemilu 2014 dan 2019. Hanya dalam waktu dua siklus pemilu, ia tidak hanya mengembalikan suara PKB yang hilang, tetapi justru melampaui capaian tertinggi partainya saat Gus Dur masih hidup.

Sebagai perbandingan:

Era Gus Dur (Pemilu 2004): PKB meraih sekitar 13 juta suara dan menduduki 52 kursi di DPR RI.

Era Cak Imin (Pemilu 2019): PKB melejit dengan raihan 13,5 juta suara dan berhasil mengamankan 58 kursi di DPR RI.

Cak Imin berhasil mengubah citra PKB dari sekadar “partai keluarga” atau “partai tradisionalis” menjadi kekuatan politik modern yang selalu menjadi penentu (kingmaker) dalam setiap koalisi pemerintahan.

Kesimpulan: Seni Bertahan Hidup Tingkat Tinggi
Kisah Cak Imin adalah pelajaran berharga dalam dunia politik tentang arti resiliensi atau daya tahan. Dipecat oleh figur sebesar Gus Dur bisa membuat politisi biasa pensiun dini. Namun, dengan kombinasi kecerdikan hukum, penguasaan struktur akar rumput, dan kesabaran politik, Cak Imin justru berhasil menyelamatkan PKB dari ambang kepunahan.

Kini, sejarah mencatat bahwa pria yang dulu nyaris kehilangan partainya tersebut, tetap berdiri kokoh di puncak kekuasaan nasional.

Sumber: Wikipedia

CakImin #SejarahPKB #GusDur #PolitikIndonesia #InfoPolitik #ViralHariIni #KilasBalik

Bagikan