43 Desa Tersentuh Program UMP, 506 Mahasiswa KKN Resmi Ditarik

Reporter : karjoko


‎Brebes. Jelajahpenanews.Com ~Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar kegiatan Penarikan dan Expo Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Pendopo Bumiayu, Rabu (11/2/2026).


‎Sebanyak 506 mahasiswa tersebut sebelumnya ditempatkan di 43 desa di tiga kecamatan, yakni Bumiayu (13 desa), Paguyangan (12 desa), dan Bantarkawung (18 desa).


‎Bupati Brebes diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Drs. Sumarno, M.Si. Hadir pula Wakil Rektor III UMP Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si, Ketua Panitia LPPM Prof. Dr. Sri Wahyuni, S.E, Mohammad Aka Darma W., S.E., M.M (Kabid Pembinaan Pemuda dan Olahraga Dindikpora Brebes), Nurul Hidayat, S.H., M.T (Kabid Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Brebes), perwakilan tiga kecamatan, kepala desa, serta jajaran civitas UMP.


‎Dalam sambutannya, Drs. Sumarno, M.Si menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UMP dalam mendukung pembangunan desa di wilayah Brebes selatan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya memberikan dampak secara akademis, tetapi juga mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

‎“Kami berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah terus diperkuat. Program KKN ini menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan berbasis potensi lokal,” ujarnya.


‎Sementara itu, Wakil Rektor III UMP Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si menyampaikan bahwa KKN merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Ia menegaskan, sasaran utama KKN kali ini adalah pemberdayaan masyarakat berkemajuan, dengan fokus pada penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal serta akselerasi digital di desa.


‎“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra strategis desa dalam menggali potensi, memperkuat UMKM, serta mendorong transformasi digital,” katanya.


‎Dalam  kesempatan tersebut juga di gelar expo menampilkan hasil program kerja selama di desa oleh semua kelompok, mulai dari inovasi pengolahan pangan lokal, digitalisasi administrasi desa, penguatan branding produk UMKM, hingga pelatihan literasi digital bagi masyarakat.


Bagikan